INILAHMEDAN - Pematangsiantar: Manasik haji adalah simulasi atau latihan tata cara ibadah haji yang dilakukan calon jamaah sebelum berangkat ke tanah suci. Tujuannya, memberikan pemahaman tentang rukun, wajib, sunnah, serta larangan haji sesuai syariat Islam, sehingga jamaah dapat beribadah secara mandiri, lancar, dan khusyuk. Sebab kesalahan dalam pelaksanaan ibadah haji bisa berakibat pada tidak sahnya ibadah. Sehingga pemahaman yang baik menjadi kunci.
Demikian disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi dalam arahan bimbingannya di acara Pembukaan Bimbingan Manasik Haji Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Pematangsiantar Tahun 2026, di Gedung Serbaguna Sugiono Kompi 2 Batalyon B Brimob Pematangsiantar, Jalan Ahmad Yani Pematangsiantar, Rabu (15/04/2026).
Wesly berharap JCH Kota Pematangsiantar dapat mandiri dalam melaksanakan ibadah haji. Namun bukan berarti bebas. Tetapi tidak bergantung kepada jamaah lainnya.
“Saya berpesan kepada semua, jalani manasik haji dengan penuh keikhlasan. Mari kita jadikan bimbingan ini sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas,” kata Wesly yang hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Liswati Wesly Silalahi.
Jumlah JCH Kota Pematangsiantar Tahun 2026 sebanyak 110 orang, yakni perempuan 69 orang dan laki-laki 41 orang.
Direncanakan tanggal 23 April 2026 pukul 09.00 WIB JCH masuk Asrama Haji Medan. Keesokan harinya, tanggal 24 April 2026 pukul 10.00 WIB bertolak ke Tanah Suci.(imc/har)
