|

Bupati Simalungun Ikuti Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Tahun 2025

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih mengikuti Entry Meeting pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 dari ruang rapat kantor Bupati Simalungun, Kamis (02/04/2026).(foto: har)

INILAHMEDAN - Simalungun: Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih mengikuti Entry Meeting pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 dari ruang rapat kantor Bupati Simalungun, Kamis (02/04/2026).

Kegiatan yang digelar secara daring melalui aplikasi zoom ini merupakan langkah awal resmi dari Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI.

Di layar monitor, Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI, Widhi Widayat, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memastikan kesiapan seluruh dokumen dan data.

Widhi menekankan pentingnya transformasi digital melalui sistem SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah) dan BIDICS (Big Data Analytics) untuk menciptakan tata kelola yang akurat, efisien, dan transparan. Hal ini menjadi kunci agar daerah mampu berdiri secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap transfer pusat.

Momen penyerahan Surat Tugas Pemeriksaan menjadi penanda dimulainya proses audit lapangan. Anggota V BPK RI (Badan Periksa Keuangan Republik Indonesia), Bobby Adhityo Rizaldi, dalam arahannya menyoroti pentingnya penguatan kemandirian fiskal, alokasi belanja modal yang memadai, serta kepatuhan terhadap mandatory spending di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution antara lain menekankan bahwa pemeriksaan ini bukan sekadar soal angka melainkan soal kepercayaan publik. Administrasi yang rapi dan transparan adalah wujud nyata tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat.
Bupati Anton Achmad Saragih menyampaikan pandangannya dengan tegas. Bupati mengakui bahwa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) adalah target utama.

"Kita ingin WTP itu jelas. Tapi jangan salah, WTP itu baru standar. Itu hanya menunjukkan laporan kita disajikan dengan baik, belum tentu seluruh prosesnya sudah sempurna," ujar Bupati.

Bupati mengingatkan jajarannya agar tidak hanya terpaku pada hasil akhir, tetapi memperhatikan proses. Menurutnya, banyak temuan audit yang terjadi karena hal-hal mendasar yang diabaikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan yang belum tertib.(imc/har)

Komentar

Berita Terkini