![]() |
| Kakan Kemenag Deliserdang Saripuddin Daulay membuka kegiatan Pembinaan Dai dan Daiyah di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deliserdang, Selasa (19/08/2025).(foto: bsk) |
INILAHMEDAN - Deliserdang: Kakan Kemenag Deliserdang Saripuddin Daulay membuka kegiatan Pembinaan Dai dan Daiyah di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deliserdang, Selasa (19/08/2025).
Acara ini menjadi momentum penting bagi para tokoh agama, penyuluh, dan dai di wilayah Deliserdang untuk memperkuat kapasitas dakwah sekaligus meneguhkan peran mereka sebagai agen pencerahan umat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Deliserdang yang berkomitmen membangun kehidupan beragama yang harmonis dan moderat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Bimas Islam Mulia Banurea, Kasi Pendidikan Madrasah HM Fery, Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam M Qodri Syah Hsb, serta Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Nurlela.
Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua MUI Kabupaten Deliderdang Kaya Hasibuan sebagai narasumber pertama, dan akademisi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan Ahmad Sampurna sebagai narasumber kedua.
Kakan Kemenag Deliserdang Saripuddin Daulay menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan umat.
Menurutnya, perubahan zaman menuntut strategi dakwah yang adaptif tanpa meninggalkan fondasi utama berupa Alquran, hadis, dan nilai-nilai kebangsaan.
“Zaman terus berubah, dan cara kita berdakwah juga harus menyesuaikan. Dai hari ini tidak cukup hanya berceramah di masjid atau musala, tetapi juga harus mampu mendesain dakwah yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran media digital merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan para dai dan daiyah. Data menunjukkan lebih dari 80 persen masyarakat kini aktif menggunakan media sosial, sehingga peran dai tidak lagi terbatas pada ruang-ruang fisik, melainkan dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang melalui platform digital.
Pada sesi materi, Ketua MUI Kabupaten Deliserdang Kaya Hasibuan menyampaikan strategi dakwah moderat yang dapat diterapkan para dai dan daiyah di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa dakwah moderat berarti menyampaikan ajaran Islam dengan bijak, mengedepankan toleransi, dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tanpa mengurangi esensi ajaran agama.
Menurutnya, dai yang baik adalah mereka yang mampu merangkul, bukan memecah belah, serta memberikan teladan yang menyejukkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Narasumber kedua, Ahmad Sampurna, membahas peran vital dai dan daiyah dalam membentuk religiusitas masyarakat.(imc/bsk)
