|

Puluhan Km Jalan Provinsi di Nias Rusak Parah, Pemprov Sumut Cuek

Salah satu titik ruas jalan provinsi di Kelurahan Moawo Gunungsitoli menuju Nias Utara yang rusak parah selama 3 tahun terakhir, Jumat (22/03/2024) (ist)

INILAHMEDAN - Gunungsitoli: Puluhan kilometer ruas jalan provinsi di Kabupaten Nias rusak parah. Menurut warga, kerusakan jalan sudah terjadi selama tiga tahun. Masyarakat di daerah itu mengeluhkan kondisi ini. 

"Heran juga kita dengan Pemprov Sumut yang membiarkan kondisi jalan rusak ini. Padahal ruas jalan ini merupakan akses hitam warga," keluh Nota Ziliwu, warga Afia, Gunungsitoli, Kamis (21/03/2024).

Sepengetahuan Ziliwu, hampir semua ruas jalan provinsi di Nias rusak parah. Kerusakan terparah jurusan Gunungsitoli ke arah Nias Utara. 

"Banyak jalan yang membentuk kubangan. Ini bahaya untuk dilintasi,' katanya. 

Menurut Ziliwu, masyarakat mulai kesal dengan kondisi ruas jalan tersebut. Mereka mendesak Pemprov Sumut melalui UPT Jalan Jembatan Gunungsitoli segera memperbaikinya. 

"Akses tersebut dikatakan vital karena saban hari kendaraan dari pelabuhan lalu lalang. Kondisi jalan rusak menyebabkan kerugian bagi masyarakat. Perekonomian susah berkembang," keluhnya.

Warga yang mulai resah dengan jalan rusak juga mulai megeluarkan peringatan tegas agar Pemprov Sumut segera melakukan perbaikan menyeluruh. Bila tidak, warga beramai ramai mendatangi kantor instansi terkait. Bahkan sebagian warga mengancam membawa ke jalur hukum, sebab jalan kerap menyebabkan terjadi kecelakaan. 

Pantauan di lapangan, jalan provinsi mulai dari Kelurahan Moawo Gunungsitoli hingga Kecamatan Awaai perbatasan Nias Utara rusak. Banyak terdapat kubangan air di sepanjang jalan itu. Kendaraan yang bermuatan teracam terperosok bila tidak berhati hati.

Kepala UPT Jalan Jembatan Gunungsitoli Dadang Irwansyah yang dicoba ditemui beberapa kali di kantornya Jalan Sudirman Gunungsitoli tidak pernah berada di tempat. Salah seorang staf, Zai, Kamis (21/03/2024) mengatakan, Kepala UPT sedang berada di Medan.(imc/rel) 



Komentar

Berita Terkini