-->
    |

Lantik Dewan Kebudayaan, Bupati Zahir: Keberlanjutan Budaya Batubara Perlu Usaha Terencana



INILAHMEDAN - Batubara: Dewan Kebudayaan diharapkan mampu berperan lebih sebagai pemelihara dan pengembang kebudayaan dengan mempersiapkan sistem kuratorial kebudayaan.

“Sistem kuratol ini tentang strategi kebudayaan sebagai usaha survival and winning. Artinya dalam memelihara keberlanjutan budaya Batubara itu perlu usaha-usaha terencana-terpadu untuk penguatan ketahanan dan memenangkan prioritas pemajuan kebudayaan,” kata Bupati Batubara Zahir pada pengarahannya usai melantik 43 pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Batubara periode 2020 – 2024 di Aula Rumah Dinas Bapati Tanjung Gading Sei Suka Kabupaten Batu Bara, Rabu (24/02/2021).

Menurut Zahir, kebudayaan harus dipahami wujudnya sebagai komplek nilai-nilai dan gagasan yang isinya meliputi seluruh hakikat kehidupan. Kemudia jangan ada penyempitan makna kebudayaan hanya dalam arti seni saja dan hanya diterima sebagai sekadar pewarisan.

“Sebab jika demikian, akan hilanglah watak dinamis yang menjadi substansi kebudayaan itu sendiri," katanya.

Dalam konteks itu, Zahir banyak berharap adanya sinergi semua unsur kepengurusan dan melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

Zahir juga meminta agar pengurus yang baru terbentuk membuat rencana kerja yang prioritas mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki.

"Lakukan kajian dengan ahlinya. Kabupaten kita ini memiliki letak yang strategis sehingga saat ini dalam menuju pembangunan kawasan industri dan sudah berdiri megah pelabuhan internasional di kawasan Kuala Tanjung, maka kita perlu untuk memperkuat kebudayaan kita. Budaya merupakan kekayaan hak intelektual yang perlu kita jaga dan kita daftarkan ke Kemenkumham guna mendapat pengakuan," ungkap Zahir.

Sementara Kadisdik Batubara Ilyas Sitorus dalam laporannya mengatakan pembangunan di bidang kebudayaan harus dapat membawa manfaat bagi para pelaku budaya serta masyarakat pada umumnya. Tidak hanya sebagai sebuah karya yang harus diapresiasi, tetapi mampu memberikan efek ganda atau multiplier effect.

Ilyas menyampaikan pemberdayaan kebudayaan tidak hanya harus dijaga agar tetap lestari dan menjadi simbol kepribadian. Tetapi perlu juga ditekankan pada unsur hiburan, ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.

Oleh karenanya pelantikan Dewan Kebudayaan ini didasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah serta Surat Keputusan Bupati Batubara Nomor 483/Disdik/2020 tanggal 28 Desember 2020 tentang Dewan Kebudayaan Kabupaten Batubara Periode 2020 – 2024.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Batubara terpilih Muhammad Yusuf Morna atau Buyung Morna menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Batubara yang telah memberikan ruang dan kesempatan kepada masyarakat melalui wadah organisasi ini untuk dapat berbuat yang terbaik dalam mewujudkan pemajuan budaya melayu Batubara melalui pembinaan Bupati Zahir.(imc/rel)

Komentar

Berita Terkini