-->
    |

Pemerintah Tunda Seluruh Pilkades, Pilkada Tetap Jalan


INILAHMEDAN
- Jakarta : Seluruh pelaksanaan kegiatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dimasa pandemi covid-19 ditunda pemerintah. 

" Pilkades ini ditunda semua, ada 3.000. Pilkades kita tunda karena tidak bisa kita kontrol. Itu yang melaksanakannya panitianya adalah bupati," ujar Mendagri Tito Karnavian dalam webinar seperti dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (22/09/20).

Ia mengatakan sudah memerintahkan untuk menunda seluruh pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (pilkades). 

Menurutnya, hal itu sudah disampaikan melalui surat edaran yang diterbitkannya. Dia mengatakan, Pilkades ini akan ditunda hingga Pemilihan kepala daerah (Pilkada) selesai diselenggarakan. Karena pemerintah perlu melihat seperti apa penyelenggaraan pilkada lebih dulu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penundaan Pilkades tersebut merupakan salah satu upaya pencegahan penularan covid-19. " Akan sangat rawan bila penyelenggaraan Pilkades dilakukan dengan manajemen yang tidak baik," sebutnya.

Berbeda dengan Pilkades, Tito mengatakan penyelenggaraan Pilkada akan tetap dilaksanakan tahun ini. Namun, dia menyebut dibutuhkan regulasi khusus untuk mencegah terjadinya kerumunan serta sanksi yang akan diberikan.

Ada beberapa opsi regulasi yang tengah disiapkan. Pertama adalah peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) .

" Opsi Perppu ada dua yakni, Perppu yang mengatur mengenai keseluruhan covid, mulai dari pencegahan penanganan dan penegakan hukum. Kedua, Perppu spesifik hanya masalah protokol covid untuk pilkada," paparnya. 

Sementara, opsi lainnya, katanya adalah PKPU yang harus segera direvisi dalam beberapa hari ini. Untuk menghasilkan aturan ini, dibutuhkan dukungan dari semua pihak.

" Ini perlu ada dukungan dari semuanya karena regulasi ini bukan hanya Mendagri. Saya hanya memfasilitasi, yang utamanya adalah KPU sendiri yang harus disetujui oleh komisi II DPR," bebernya. 

Ia menyebut bila dilaksanakan dengan baik, maka Pilkada tahun ini bisa menjadi momentum emas agar setiap daerah menangani covid-19 dengan lebih baik. 

Dalam pilkada ini masyarakat harus didorong untuk memilih pemimpin yang bisa menangani pandemi covid-19 dan dampak sosial ekonominya dan kampanye yang dilaksanakan berkaitan dengan penanganan covid-19 seperti pembagian sabun, masker, hand sanitizer dan lainnya. (***/imc)




Komentar

Berita Terkini