-->
    |

Rob Rendam Medan Utara, Warga Menaruh Harapan pada Bobby Nasution


INILAHMEDAN - Medan: Sejumlah tokoh masyarakat Medan Utara angkat suara menyusul pesan dan pengharapan mantan Pj Wali Kota Medan Afifuddin Lubis kepada Bobby Nasution. Rendaman rob yang kian parah di kawasan pesisir itu pun menjadi topik utama.

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kecamatan Medan Belawan Mafrizal sepakat menyebut pencalonan Bobby Nasution di Pilkada Medan 2020 sebagai pengharapan akan pengentasan masalah banjir di Medan Utara.

Menurutnya, pembenahan dan normalisasi alur sungai sangat perlu dilakukan dalam mengatasi rob, atau banjir akibat air laut yang kini semakin tinggi memasuki permukiman warga.

“Untuk mengatasinya, butuh anggaran yang cukup besar, dan koordinasi terbaik Pemerintah Kota (Pemko) Medan dengan pemerintah pusat. Jalur Bobby sebagai seorang menantu Presiden lebih efektif, daripada yang lain dalam membantu Medan Utara," ucap dia.

Diakui Mafrizal, langkah antisipasi sudah pernah dikerjakan Pemko Medan, yakni dengan merancang bendungan. Tapi ternyata, rencana yang sudah dibuat sekitar 5 tahun itu kandas dan akhirnya hanya sebatas wacana.

Dana yang dibutuhkan untuk normalisasi alur sungai dan bendungan dipahaminya cukup besar. Namun, tuturnya, jika kepala daerah konsisten dan dilakukan secara bertahap, permasalahan bisa diatasi.

“Harusnya, pemerintah tidak harus cuma berharap dari APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah). Tapi bisa memanfaatkan anggaran-anggaran CSR (corporate social responsibility) dari perusahan-perusahaan yang berada di Medan Utara ini, seperti PT KIM, Pelindo I dan Jasa Marga,” urainya.

Senada, Ketua Forum Ormas Islam Peduli Belawan M Badlun Alkholidi juga mengungkapkan hubungan penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini dengan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) akan mempermudah Pemko Medan berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

Dijelaskan Badlun, Wali Kota Medan sekitar 10 tahun lalu sudah pernah menjanjikan akan menggunakan dana anggaran pendapatan belanja negara (APBN) untuk mengatasi rob.

“Tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Terlihat bahwa kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemko Medan belum begitu kuat, sehingga tidak berjalan. Kami melihat, sinergitas antara Bobby Nasution dengan pusat yang merupakan mertuanya pasti lebih baik. Logikanya dia (Bobby) bisa melakukan perubahan karena beliau lebih dekat,” beber Ketua Pemuda Mitra Kamtibmas Polres Labuhan Belawan ini.

Meski begitu, lanjut dia, untuk memaksimalkan penyelesaian masalah ini, warga Medan Utara harus diajak berkomunikasi dan bekerjasama.

“Jangan kita hanya disodorkan program, tapi hingga kini tidak ada perubahan berarti yang diberikan,” tukasnya.

Terkait permasalahan banjir di Kawasan Medan Utara ini, Pengurus Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Peranita Sagala mengungkapkan tidak mungkin lagi diselesaikan dengan hanya membuat bendungan. Karena, kerusakan lingkungan Kota Medan sudah terjadi di semua penjuru.

“Dari gunung sampai ke laut itu terhubung. Kalau hanya diselesaikan dengan membuat bendungan tidak mungkin. Wajar kerja pemerintah daerah selama ini tidak efektif,” tuturnya.

Harusnya, imbuh Pera, penyelesaiannya melihat semua aspek lingkungan yang mempengaruhi.

“Pelusuran Sungai Deli yang dilakukan beberapa waktu lalu, memberikan dampak paling besar dalam masalah ini. Selain itu, karena kurangnya penghijauan, resapan air hujan tidak ada. Makanya, air ke laut semua,” urai Pera.

Katanya, dalam diskusi yang pernah dilakukan dengan ahli sejarah Sumatera Utara (Sumut), ternyata daerah Medan Utara dahulu memang laut. Pasir yang dibawa oleh sungai, lama-lama membentuk daratan.

“Jadi wajar kondisi lingkungan yang tidak dijaga dengan baik, kembali membentuk Medan Utara menjadi laut. Apalagi banyak warga mengambil air tanah, sehingga permukaan tanah semakin turun,” jelasnya.

Karenanya, Pera mengungkapkan penyelamatan Medan Utara, tidak bisa hanya dilakukan dengan membuat bendungan. Namun semuanya harus ikut serta memberikan sumbangsih.

“Kepala pemerintahan pun harus dipilih yang bisa memberikan keputusan yang kuat, terutama terkait masalah lingkungan ini. Dan yang utama, jangan korupsi sehingga rancangan yang sudah dibuat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Diketahui, baru-baru ini Bobby Nasution menyambangi kediaman Afifuddin. Bakal calon Wali Kota Medan tersebut pun mendapat pesan agar menyelamatkan Kawasan Medan Utara.

Bagi pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU), Faisal Mahrawa, pesan Afifuddin dapat diartikan sebagai sebuah garansi bahwa Bobby Nasution memiliki kapabilitas atas apa yang diharapkan masyarakat Medan Utara. (imc/bsk)
Komentar

Berita Terkini