-->
    |

Kini 21 Kecamatan Kota Medan Berstatus 'Zona Merah' Covid-19


INILAHMEDAN - Medan : Seluruh kecamatan Kota Medan dikabarkan sudah berstatus zona merah covid-19. Pasalnya, penyebaran virus corona di Medan kemungkinan setiap hari semakin meluas dan mengganas.

Akibatnya, kini diperkirakan seluruh kecamatan Kota Medan telah masuk zona merah covid-19, sehingga tidak ada lagi zona hijau maupun zona kuning.

" Hari ini seluruh kecamatan di Kota Medan sudah masuk zona merah,’’ ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemko Medan M Tambunan pada Jumat (05/06/20).

Dikatakan, Kota Medan terdiri dari 21 kecamatan dan 151 kelurahan pada 17 Mei lalu masih ada 6 kecamatan berstatus zona kuning. Namun hingga Jumat (05/06/20) terdata seluruh kecamatan sudah zona merah (zona berbahaya) dari penyebaran covid-19.

Kecamatan Medan Belawan yang sebelumnya zona kuning, hari ini masuk zona merah. Masuknya Kecamatan Medan Belawan di zona merah dikarenakan ada satu warganya yang positif covid-19.

Dia sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan jumlah orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG) dan pelaku perjalanan (PP) meningkat.

Sementara untuk Kecamatan Medan Maimun, Medan Polonia, Marelan, Labuhan, Deli, Petisah, Helvetia, Barat, Timur, Perjuangan, Baru, Area, Sunggal, Selayang, Tuntungan, Johor, Amplas, Kota, Denai dan Medan Tembung telah duluan berada dalam zona merah.

Upaya yang semestinya dilakukan pemerintah dan masyarakat di zona merah tersebut adalah melaksanakan perlindungan pribadi termasuk dengan rutin memakai masker.

Kemudian, menunda atau membatalkan pertemuan dan acara yang tidak penting, mendisinfeksi tempat umum, tes secara aktif semua orang dengan gejala. Serta meningkatkan kapasitas dan kecepatan uji. Lalu menangguhkan sekolah, tempat ibadah dan bisnis.

Upaya lain adalah membatasi perjalanan hanya untuk tujuan penting. Komunitas yang terinfeksi lockdown (karantina) menjaga orang-orang di rumah mereka dan mengirimkan kebutuhan mereka tanpa kontak fisik.

Upaya selanjutnya adalah kontak karantina kasus, galvanisasi sumber daya nasional seperti, medis dan logistik untuk area karantina.

Fasilitas pelayanan harus terpisah untuk kasus infeksi dari layanan kesehatan lainnya, dan membuat berbagai tingkatan rumah sakit untuk memisahkan dan menangani kasus dengan tingkat keparahan berbeda. (imc/joy)

Komentar

Berita Terkini