-->
    |

Penderita Covid-19 Terus Bertambah, 18 Provinsi Tak Ada Yang Baru


INILAHMEDAN - Jakarta : Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (covid-19) di Indonesia bertambah 395 orang pada Senin (04/05/20).

Dengan demikian, secara kumulatif pasien positif virus corona menjadi 11.587 orang Namun dari penambahan 395 orang itu, 18 provinsi tak melaporkan kasus baru positif virus corona.

Berdasarkan data harian Gugus Tugas covid-19, ke 18 provinsi itu antara lain Aceh, Bangka elitung, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo.

" Salah satu kunci memutuskan rantai pandemi covid-19 ini adalah disiplin masyarakat untuk mematuhi aturan yang sudah diberikan oleh pemerintah," kata Juru Bicara pemerintah covid-19, Achmad Yurianto dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (05/05/20).

Sebanyak 11.587 orang yang positif virus corona tersebar di 34 provinsi. Mulai dari Aceh sebanyak 12 kasus, Bali 271 kasus, Banten 446 kasus, Bangka Belitung 20 kasus, Bengkulu 12 kasus, Yogyakarta 115 kasus, DKI Jakarta 4.539 kasus.

Berikutnya Jambi 38 kasus, Jawa Barat 1.252 kasus, Jawa Tengah 798 kasus, Jawa Timur 1.124 kasus, Kalimantan Barat 73 kasus, Kalimantan Timur 167 kasus, Kalimantan Tengah 180 kasus, Kalimantan Selatan 198 kasus dan Kalimantan Utara 130 kasus.

Kepulauan Riau 92 kasus, Nusa Tenggara Barat 269 kasus, Sumatera Selatan 185 kasus, Sumatera Barat 203 kasus, Sulawesi Utara 45 kasus, Sumatera Utara 129 kasus, dan Sulawesi Tenggara 64 kasus, Sulawesi Selatan 607 kasus, Sulawesi Tengah 59 kasus.

Lampung 54 kasus, Riau 58 kasus, Maluku Utara 50 kasus, Maluku 23 kasus, Papua Barat 43 kasus, Papua 240 kasus, Sulawesi Barat 44 kasus, Nusa Tenggara Timur 10 kasus, Gorontalo 15 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 22 kasus.

Ketua Gugus Tugas covid-19 Doni Monardo mengatakan kasus baru positif virus corona mengalami penurunan sekitar 11 persen.

Meski begitu, ia meminta laju penurunan itu tidak membuat lengah. Karena, beberapa klaster berpotensi meningkatkan kembali kasus positif corona.

Disamping itu, pemerintah juga menargetkan memiliki satu juta reagen dalam pekan ini untuk tes virus corona. Reagen merupakan cairan untuk tes virus corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR). (***/imc)
Komentar

Berita Terkini