-->
    |

BLT Pilih Kasih, Warga 'Serbu' Kantor Desa


INILAHMEDAN - Namorambe : Sedikitnya 30 warga Desa Jaba, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang 'menyerbu' kantor kepala desa untuk meminta klarifikasi soal pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang dinilai warga terjadi ketidakadilan dan terkesan pilih kasih, Senin (18/05/20).

" Pembagian BLT, tampaknya pilih kasih dan tidak menyentuh pada yang berhak menerima,” ucap Sembiring salah seorang warga.

Ia mengaku bahwasanya pembagian BLT yang bersumber dari dana desa (DD) sebesar Rp.600 ribu per kepala keluarga (KK) tersebut, tidak menyentuh pada yang berhak.

" Dana BLT yang direalisasikan kepada warga terdampak covid-19 itu, jelas tidak tepat sasaran. Sebab, dalam daftar penerima BLT sebesar Rp.600 ribu itu, terdapat seseorang pengusaha yang berinisial DT," paparnya.

Menurut warga, DT merupakan seorang kaya dan biasa menyewakan mobil dump truk miliknya kepada orang lain yang digunakan untuk mengangkut bahan material, seperti pasir dan tanah timbun.

" Malah warga yang kurang mampu kok tidak terdaftar dan tidak diberi. Orang kaya dan mempunyai mobil berat jenis dump truk kok dikasi," teriak para warga di kantor desa.

‪Walau sudah berhadapan dengan masyarakat yang berbondong ke kantor kepala desa, selaku Kades Rusdi Surbakti, terlihat acuh.

Malah dengan melenggang meninggalkan kantor menaiki mobil Daihatsu Terios dengan Nomor Polisi BK 1406 AAF berwarna hitam.‬

‪Sementara seorang staf desa yang mengaku sebagai Bendahara yakni, Nirwana beru Sembiring, mencoba menenangkan warga dengan penjelasan bahwa anggaran dana desa yang direncanakan dan telah disepakati untuk di alokasikan menjadi BLT sebesar 25 persen itu, telah ditolak oleh pemerintah Kabupaten Deliserdang.

" Jadi untuk penerima BLT itu dibatasi," sebutnya.

‪Namun, ironisnya bahwa keterangan Nirwana Beru Sembiring tidak sejalan (tidak sinkron) atau bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Kaur Pemerintahan Desa, Pinta Ginting.

Pinta Ginting menyebutkan atas kesepakatan musyawarah dengan perangkat desa dan hasil rapat telah memutuskan untuk menambah jumlah penerima BLT.

Karena merasa tak puas dengan keterangan yang simpang siur tersebut, akhirnya warga pun meminta daftar penerima baru BLT dari anggaran dana desa. Sebab, warga mengaku tidak ikut dilibatkan dalam kesepakatan rapat di desa.

Akan tetapi permintaan warga tidak dikabulkan oleh Kaur Pemeritahan Desa. Sebab, daftar yang diminta warga tak kunjung diberikan, dengan berbagai alasan.‬

‪" Kalau begitu mana daftar penerima BLT yang baru itu? kan kemarin udah sepakat 25 persen, itu kan harus dibagikan kepada warga yang tidak mampu yang berada di Desa ini? Dana Desa itu kan dipertanggungjawabkan sendiri oleh Desa, bukan oleh Pemerintah Kabupaten lagi," papar warga.

Dalam kondisi yang simpang siur itu, warga pun akhirnya memutuskan untuk mendatangi kantor Kecamatan Namorambe, dengan harapan mendapat jawaban dan penjelasan dari Camat Namorambe.‬

Sedangkan Kepala Desa Rusdi Surbakti bersama istri ketika dikonfirmasi menolak memberikan tanggapan dan langsung masuk ke dalam mobil, sembari mengatakan tanya ke PMD aja, ia mau menemui Kapolsek Namorambe. (imc/joy)

Komentar

Berita Terkini