-->
    |

Bekerja Dengan Hati, Bahu-membahu, Sumut Perangi Covid-19


Sebanyak 43 pasien Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) dinyatakan sembuh. Gerak cepat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam memerangi pandemi Covid-19 menunjukkan percepatan penanganannya berada di atas rata-rata nasional, yakni 36 %. Bekerja dengan hati dan bahu-membahu dengan banyak pihak menjadi barometer kemenangan.


Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mencoba menyembunyikan kekhawatirannya. Namun kakinya terus melangkah masuk ke dalam gedung Rumah Sakit Martha Friska Medan, rumah sakit rujukan menangani pasien Covid-19, Selasa (05/05/2020). Kekhawatiran itu lekas ditepisnya.

"Takut itu pasti. Tapi anak-anak saya ini, petugas ini. Mereka aja gak khawatir. Mereka semangat mengabdi. Saya Gubernurnya, masak tak berani. Banyak orang yang protes memang, selain kondisi usia saya dan juga sedang puasa. Tapi saya harus buktikan ini semua, selama protokol kesehatan saya ikuti perintah mereka (petugas kesehatan),” kata Edy Rahmayadi.

Gubernur ke sana ingin melihat seluruh kondisi pasien. Termasuk kesiapan tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya. Sempat berpikir negatif,  akhirnya Gubernur merasa puas.

"Setelah saya lihat, semua oke," kata Gubernur usai meninjau pasien dari ruang kendali rumah sakit itu.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyapa pasien Covid-19 RS Marta Friska Komplek CBD Mulatuli Medan lewat sambungan telepon dari ruang monitor.(foto: ist)


Gubernur menceritakan bagaimana ia bisa menjalin komunikasi hingga  dirasakan sedekat mungkin dengan warga yang dirawat di RS tersebut. Lewat  sambungan telepon, Gubernur melihat keadaan di dalam ruangan pasien  melalui CCTV.

“Mereka rata-rata sudah di atas 14 hari. Laporan ke saya, mereka sehat dan  sudah stabil. Tapi tetap menunggu kepastian hasil Swab yang sudah dikirim  ke Jakarta. Setelah saya lihat, mereka sehat. Bahkan saya suruh push up,”  kata Edy.

Usai meninjau pasien dan bertemu langsung dengan petugas kesehatan, Gubernur menyempatan diri menemui para petugas keamanan yang berjaga di halaman parkir dan pintu gerbang rumah sakit. Ia memberikan motivasi  kepada personel Satpol PP dan TNI/Polri agar tetap semangat mengawal penanganan Covid-19 hingga tuntas.

Angka kesembuhan pasien terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) Sumut mencapai 36 persen. Hingga 28 April 2020 pukul 16.00 WIB, pasien  sembuh berjumlah 40 orang dan pasien positif sebanyak 111 orang. Dan sampai 06 Mei 2020 yang sembuh bertambah tiga orang sehingga jumlah  keseluruhan yang sembuh menjadi 43 orang.

“Alhamdulillah. Patut kita syukuri," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah,  saat memberikan keterangan pers di Media Center GGTP Covid-19 Sumut Kantor Gubernur, Selasa pekan lalu (28/04/2020).

Saat ini angka kesembuhan akibat paparan Covid-19 di Sumatera Utara berada di angka 36 %. Menurut Aris, angka ini berada di atas angka rata-rata nasional. Untuk data terkini perkembangan kasus Covid-19, kata Aris, ada penambahan 11 pasien positif Covid-19. Semula berjumlah 130 orang pada hari Selasa (05/05/2020), kini pasien positif Covid-19 dikonfirmasi berjumlah 141 orang pada hari Rabu (06/05/2020) per pukul 16.00 WIB. Untuk PDP 151 orang, sembuh 43 orang, dan meninggal 16 orang.

Berdasarkan data tersebut, penularan masih terus terjadi. Meski begitu, peningkatan kasus baru terlihat sedikit melambat. Untuk itu, Aris berharap upaya bersama dari masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan agar angka kasus baru terus dapat ditekan hingga hilang di Sumut bahkan Indonesia.

Apalagi saat ini banyak orang yang membawa virus tapi tidak merasa sakit. Hal tersebut harus segera dihentikan. Salah satunya dengan tetap berada di rumah dan tidak melakukan perjalanan mudik.

“Kami minta masyarakat Sumut tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan melaksanakan psychal distancing. Kami mengimbau masyarakat tetap berada di rumah dan tidak melaksanakan mudik,” kata Aris.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi rapat bersama pimpinan DPRD Sumut terkait percepatan penanganan wabah Covid-19.(foto: ist)

Dampak ekonomi merupakan satu hal yang sangat terasa pada masa pandemi ini. GTPP Covid-19 Sumut mengharapkan masyarakat melakukan gotong-royong membantu sesama.

“Kita bisa melihat aksi solidaritas di tengah masyarakat untuk menolong sesama dalam kesulitan ini. Kepedulian agar roda ekonomi masyarkat tetap bergerak sangat diperlukan,” ujar Aris.

Pemerintah Provinsi Sumut telah memutuskan untuk memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang langsung terdampak ekonomi. Sebanyak 1,3 juta kepala keluarga akan menerima bantuan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Data ini masih akan terus kami verifikasi jumlahnya," kata Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah pada kegiatan video conference dari Perumahan Komplek Cemara Asri Deliserdang dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumut beserta 84 pimpinan PTS di Sumut, Rabu (06/05/2020).

Verifikasi dilakukan, kata Musa yang akrab disapa Ijeck, karena ada dalam data ternyata sekarang status ekonominya sudah lebih baik. Sementara ada masyarakat yang membutuhkan namun belum termasuk dalam DTKS. Kemungkinan jumlah penerima bantuan akan bertambah sesuai fakta di lapangan.

"Apalagi kita juga kedatangan saudara kita TKI di luar Sumut yang jumlahnya lebih kurang 8 ribu. Ini data baru yang harus kita verifikasi dan munculnya masyarakat yang secara ekonomi tidak bisa berkemampuan hidup layak serta banyaknya PHK yang dilakukan perusahaan,” kata Ijeck.

Penanganan Covid-19 di Sumatera Utara harus dilakukan secara komprehensif.  Seluruh elemen harus dilibatkan dan tidak hanya ditangani sendiri pemerintah.

"Termasuk juga seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumut ikut serta dalam melakukan penanganan pandemi," katanya.
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menyapa generasi milenial lewat video confrence untuk membantu pemerintah dalam memerangi wabah Covid-19.(foto: ist)

Ijeck meminta pimpinan PTS di Sumut yang memiliki pengetahuan dan bidang keilmuan agar dapat memberikan masukan terkait penanganan Covid-19 di Sumut. Serta masukan terkait upaya untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi.

Dampak Covid-19 mengakibatkan semua lini terganggu. Tidak hanya kesehatan, tapi juga ekonomi dan sektor lainnya. Pemerintah Provinsi Sumut telah berupaya melakukan penanganan maksimal. Seperti melakukan refocusing anggaran sebesar Rp1,5 T untuk penanganan Covid-19 yang akan disalurkan dengan tiga tahap.

“Dalam penyaluran bantuan yang terpenting adalah pendataan. Kita tidak mau ada kecemburuan yang terjadi di masyarakat. Kita harap ada informasi dan masukan yang dapat kita diskusikan bersama terkait penanganan Covid-19,”  katanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengalokasikan anggaran melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bidang kesehatan dan non kesehatan sekitar Rp231 M. Dana tersebut bersumber dari refocusing APBD tahun 2020.

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah pada video confrence mengajak kaum milenial untuk membantu pemerintah perangi Covid-19.(foto: ist)

“Dana telah disalurkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rp32 miliar lebih dan kepada Dinas Kesehatan Rp199 miliar. Alokasi ini digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya membiayai fungsi kesehatan  dan non kesehatan yang digunakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut,” kata Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumut Ismael Sinaga di Media Center Gugus Tugas Percepatan  Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, lantai 6 kantor Gubernur Sumut Jalan  Diponegoro Medan, Selasa pekan lalu.

Pemprov Sumut juga sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 triliun lebih untuk penanggulangan Covid-19. Dana tersebut dialokasikan dalam 3 tahap. Tahap pertama sebesar Rp502 miliar, tahap kedua Rp500 miliar dan  tahap ketiga Rp500 miliar.

“Kita telah memokuskan kembali kegiatan yang di APBD untuk penanggulangan Covid-19. Kita melakukan efisiensi belanja kepada kegiatan yang sifatnya rutin. Misalnya rapat, pertemuan, sosialisasi, termasuk juga perjalanan dinas. Ini sesuai arahan pimpinan,” kata Ismael.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengimbau masyarakat Sumut memerangi wabah Covid-19 dengan menghindari kerumunan, gunakan masker saat berada di rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun dan tetap berada di rumah.(foto: ist)

Pemprov Sumut juga menyiapkan anggaran untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS). Bantuan ini akan diberikan kepada 150 ribu kepala keluarga dengan  penerimaan Rp600 ribu per bulan. Dana yang tersedot untuk ini, menurut  Ismael, sebesar Rp270 miliar. “Ada juga bantuan bahan pangan dari GTPP sekitar Rp30 miliar. Jadi totalnya Rp300 miliar,” katanya.

Dana penanggulangan Covid-19 ini, kata dia, merupakan beban pemerintah  pusat hingga kabupaten/kota. Dana penanggulangan diamanahkan untuk  menangani dampak kesehatan, ekonomi dan persiapan JPS. “Mari kita jalankan refocusing di daerah masing-masing. Jangan sampai warga kita ada yang kelaparan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga akan menyalurkan berbagai program Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk masyarakat terdampak Covid-19. Antara lain, bantuan sembako atau non tunai, bantuan sosial tunai, program  keluarga harapan, bantuan pangan non tunai, kartu prakerja hingga gratis rekening air minum dari PDAM Tirtanadi.

Bantuan sembako akan disalurkan kepada 1.321.426 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumut. Bantuan sosial tersebut bersumber  dari refocusing anggaran APBD Sumut sebesar Rp300 miliar. Untuk jumlah penerima bantuan sesuai arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditetapkan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kabupaten/kota.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memimpin rapat kordinasi percepatan penanganan Covid-19 bersama Wali Kota Medan, Wali Kota Binjai dan Bupati Deliserdang di Posko Gugus Tugas, Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan.(foto: ist)


Bantuan sembako berupa beras, gula, minyak makan dan mi instan tersebut didistribusikan melalui 9 kluster/kawasan. Yakni Mebidang dan sekitarnya (Medan, Binjai, Deliserdang, Langkat). Kawasan Danau Toba (Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir). Kawasan Dataran Tinggi_1 (Pematangsiantar, Simalungun, Serdang Bedagai). Kawasan Dataran Tinggi_2 (Karo, Pakpak Bharat, Dairi). Kawasan Pantai Timur (Asahan, Batubara, Tanjungbalai, Tebing Tinggi). Kawasan Pantai Timur Selatan (Labuhan Batu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan).

Kemudian kawasan Tabagsel (Mandailing Natal, Padangsidimpuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara). Kawasan Pantai Barat (Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan). Kawasan Kepulauan Nias (Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat).

Selain itu ada juga bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan kepada 408.321 kepala keluarga selama tiga bulan (April-Juni 2020). Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diberikan kepada 737.625 KK. Bantuan Sosial Tunai diberikan kepada 662.769 KK selama 3 bulan (April-Juni 2020). Kartu Prakerja diberikan kepada 183.904 orang selama 4 bulan dan gratis rekening air minum dari PDAM Tirtanadi untuk seluruh pelanggan kategori Rumah Tangga 1 (RT1) selama 3 bulan (Mei-Juli 2020).

Ada juga pogram peningkatan kapasistas koperasi dan UMKM serta lembaga mikro lainnya dalam bentuk insentif dan modal usaha serta bantuan langsung tunai dana desa yang diberikan kepada lebih dari 671.533 kepala keluarga  penerima manfaat.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 di daerah ini. Untuk itu, para bupati/wali kota diminta segera menginstruksikan OPD-nya ikut membantu pendataan yang dilakukan petugas di lapangan agar datanya valid.

Dalam menangani percepatan penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Sumut juga memberangkatkan 38 orang relawannya ke Jakarta, Selasa (05/05/2020).

Mereka akan menjadi relawan tenaga tenaga medis untuk ditempatkan di Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

"Ini sangat membanggakan," kata Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut Whiko Irwan saat memberikan  keterangan pers di Media Centre GTPP Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (05/05/2020).

Menurut Whiko, para relawan itu merupakan duta kesehatan dari Sumut dalam menangani Covid-19. Marilah kita doakan mereka dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan kembali ke Sumut dengan selamat dan sehat," ujar Whiko.

Whiko menyampaikan sampai hari ini Kota Medan masih menjadi daerah tertinggi penyebaran Covid-19 di Sumut. Untuk itu perlu terus digalakkan  upaya-upaya pencegahannya di tengah masyarakat.

"Namun hal itu bukan berarti kabupaten/kota lain tidak berpotensi terjadi penyebaran. Untuk itu tetap melakukan upaya pencegahan dan tetap  melindungi warganya,"ujarnya.

Whiko menyarankan upaya pencegahan terus dilakukan dengan mengajak masyarakat tetap menggunakan masker, rutin cuci tangan dengan sabun dan  air mengalir serta hindari kerumunan dan melakukan isolasi secara mandiri.

Whiko juga memberikan semangat kepada petugas kesehatan yang sedang  berjuang merawat pasien Covid-19. Termasuk juga para relawan mandiri di Sumut yang kehadirannya sangat dibutuhkan di tengah keterbatasan pemerintah dalam mengatasi pandemi global ini.

Para relawan juga masih tetap fokus berbuat dan memberi solusi di tengah  pandemi. Alween Ong dan Amelia Zulianti Siregar, misalnya. Dipandu Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Whiko Irwan,  keduanya berbagi kisah melalui konferensi video secara live di Media Center GTPP Covid-19 Sumut, Senin (04/05/2020), di Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan.

Alween Ong seorang pengusaha muda di Medan. Kebiasaannya bersedekah memang sudah menjadi budaya di Alcompany Indonesia, perusahaan yang ia bangun. Dengan kondisi Covid-19 saat ini, maka porsi untuk berbagi kepada masyarakat lebih digencarkannya lagi. “Kita sadar, banyak orang yang mengalami situasi sulit di tengah pandemi ini,” ujarnya.

Alween bersama timnya memproduksi hand sanitizer untuk dibagi-bagikan secara gratis kepada masyarakat, khususnya kelompok yang masih harus ke luar rumah dan bekerja di jalanan. Seperti tukang becak, tukang butut, ojek online, pedagang dan lainnya. “Di awal-awal hand sanitizer dan masker langka dan harga naik, kita bagi secara gratis kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” tuturnya.

Alween juga aktif membagi-bagikan sembako untuk meringankan beban masyarakat. Mendatangi rumah-rumah, Alween menyasar masyarakat lemah  seperti para orang tua, janda, anak-anak yatim piatu, para pekerja upah harian dan lainnya. Tidak hanya di Medan, wilayah luar Medan juga disasar sebagai penerima bantuan sembako.

“Saya berharap di tengah pandemi ini, masing-masing kita harus berfikir untuk bisa memberikan solusi. Melihat dan berfikir apa yang bisa kita perbuat untuk memperbaiki keadaan, bukan hanya mengkritik,” kata Alween.

Aksi serupa juga dilakukan seorang dosen, Amelia Zulianti Siregar. Bersama organisasi Alumni FMIPA USU, Education Foundation, Forahati Medan serta himpunan donasi lainnya, Amelia berkontribusi memberi solusi dengan menghimpun donasi untuk membagikan sembako, masker serta membeli APD yang disalurkan kepada sejumlah rumah sakit yang menangani Covid-19.

“Inisiasi ini tumbuh dari beberapa kelompok masyarakat untuk membantu  memfasilitasi APD. Kami mengumpulkan dana untuk dibelikan APD dan disumbangkan ke sejumlah rumah sakit di Sumut. Kami menganggap Covid-19  bukan hanya masalah kesehatan saja, tetapi masalah kita semua,” jelas Amelia melalui video conference.


Meski ada kesulitan dalam pemesanan dan pengadaan APD, Amelia dan timnya  mengaku tidak goyah berbuat. Bahkan ke depan, bantuan APD juga akan diperbanyak hingga ke puskesmas-puskesmas di Sumut.

Lain lagi cerita Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumatera  Utara. Dalam upaya percepatan penanganan Covid-19, para personelnya bekerja pagi, siang hingga malam dalam menegakkan kebijakan Pemprov Sumut, khususnya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami juga melakukan patroli mengimbau masyarakat yang berada di tempat  keramaian seperti pasar tradisional untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Kepala Satpol PP Sumut Suriadi Bahar saat memberikan keterangan pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan, Rabu (06/05/2020).

Kata Suriadi, Satpol PP wajib menjalankan setiap kebijakan yang dibuat Pemprov Sumut. Mulai dari meliburkan sekolah, kebijakan kerja dari rumah untuk ASN Pemprov Sumut hingga menutup tempat hiburan. Satpol PP juga membagikan masker kepada masyarakat di tempat keramaian. “Kami juga membagikan masker ke Satpol PP kabupaten dan kota untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat," ujarnya.

Suriadi mengatakan Satpol PP Pemprov Sumut bekerja dengan hati. Namun petugas Satpol tetap dituntut menjaga kesehatannya. “Apa yang kami lakukan  itu adalah dari hati. Bagaimana caranya kami membantu mengimbau, mengingatkan masyarakat agar bekerja sama dengan kami, sehingga Covid-19  ini tidak terlalu panjang,” kata Suriadi. (bambang sri kuniawan)




Komentar

Berita Terkini