-->
    |

Triwulan III 2019 Perekonomian Sumut Tumbuh 5,11 Persen


INILAHMEDAN - Medan: Perekonomian Sumatera Utara triwulan III 2019 tumbuh 5,11% (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya (5,25% yoy). Meski demikian, secara kumulatif pertumbuhan di kuarter III 2019 lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. 

Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengatakan secara historis pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara mayoritas di atas pertumbuhan nasional. Secara spasial, pertumbuhan
Sumut merupakan yang tertinggi ke-4 di antara 10 provinsi di Sumatera.

"Perekonomian Sumatera Utara ditopang oleh perbaikan Konsumsi Rumah Tangga didorong tingginya belanja masyarakat pada masa liburan sekolah serta biaya pendidikan untuk tahun ajaran baru," katanya yang didampingi Wakil Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut, Ibrahim dan Kepala Group Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Wilayah Sumut,  Andiwiana Septonarwanto, di kantor BI Jalan Balai Kota Medan, Kamis (09/01/2020).

Dikatakannya, dari sisi eksternal, kinerja ekspor terkontraksi terutama disebabkan ekspor antardaerah sejalan dengan penurunan LU Pertanian yang diindikasikan terkait dengan kemarau panjang. Konsumsi pemerintah juga tumbuh melambat sejalan dengan normalisasi
belanja operasional pemerintah.

"Tingginya konsumsi pemerintah disinyalir sejalan dengan kenaikan pagu anggaran belanja pemerintah daerah serta peningkatan anggaran transfer pusat ke daerah untuk dana desa dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik," ujarnya.

Lebih lanjut, deselerasi impor disinyalir sejalan dengan penurunan permintaan dosmestik dan ekspor luar negeri.

"Persiapan Pemilu 2019 serta aktivitas MICE dari pemerintah dan swasta diperkirakan mendorong kinerja LU perdagangan, sementara berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah serta pembangunan dari sektor riil oleh swasta menopang pertumbuhan LU konstruksi," katanya.

Selain itu, LU pertanian diprediksi tumbuh menguat di tengah anomali cuaca musim kemarau yang lebih panjang. (imc/fat)
Komentar

Berita Terkini