-->
    |

Talk Show Kampung Milenial, Rusdi: Tuangkan Ide Kreatifmu Guys!


INILAHMEDAN - Medan: Tamat kuliah cari kerja? Itu udah gak jamannya lagi guys. Di era digitalisasi saat ini, perubahan-perubahan dunia begitu pesatnya. Nah, situasi ini merupakan peluang emas bagi generasi milenial untuk menuangkan ide-ide kreatifnya sehingga menjadi ladang bisnis menguntungkan.

"Saatnya generasi milenial menelurkan ide-ide kreatifnya. Ini bisa menjadi ladang bisnis menguntungkan. Wadahnya akan kita siapkan di Pasar Muara Takus yang akan kita 'sulap' menjadi Kampung Milenial. Embrionya kita mulai dari sini. Hayo, tunjukkan kreatifitasmu guys," kata Direktur Utama PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya pada Tak Show Pembangunan Kampung Milenial Kota Medan di Pasar Muara Takus, Medan, Rabu (15/01/2020).

Tampil sebagai narasumber pada talk show itu Mustafa Kamarul Rokan dari kalangan akademisi, organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung seperti Ketua Umum Bakercap GMNI Kota Medan Yersa Umar Hasibuan, Ketua HMI Medan Rizky Akbar dan Ketua Umum GMKI Kota Medan Meliana.

Hadir pada talk show itu perwakilan Dinas Pariwisata Kota Medan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan, puluhan mahasiswa, 53 kepala pasar PD Pasar Kota Medan dan jajaran pengurus Pedagang Bersatu (PEDAS).

Lewat pembangunan Kampung Milenial sebagai wadahnya anak-anak muda dalam mengembangkan bakat interpreneurnya, kata Rusdi, konsep berpikir tamat kuliah mencari kerja perlahan akan ditinggalkan.

"Saya optimis anak-anak muda Kota Medan memiliki kreatifitas di bidang kewirausahaan. Hanya saja, mungkin selama ini belum ada wadah yang disediakan bagi mereka untuk menuangkan ide-ide kreatifnya. Nah, di Kampung Milenial Kota Medan ini mereka diberi peluang seluas-luasnya dalam mengembangkan idenya," katanya.

Rusdi sulit membayangkan jika konsep berpikir tamat kuliah mencari kerja menjadi acuan generasi milenial. Sebab, kata Rusdi, dari 2,6 juta penduduk Kota Medan, 35 persen sampai 40 persen masuk kategori generasi milenial antara usia 23 sampai 33 tahun.

"Bagaimana menampung mereka jika sasaran tamat kuliah mencari kerja? Tentunya peluang kerja sangat terbatas. Bahkan ini terus terjadi setiap tahunnya. Lewat Kampung Milenial ini akan kita ubah pola pikir itu. Kita berharap orang-orang muda punya kreatifitas usaha. Kampung Milenial ini embrionya," kata bakal calon Wakil Wali Kota Medan ini optimis.

Rusdi membeberkan Kampung Milenial bisa dijadikan ikon baru Kota Medan. Di areal yang berada di inti kota ini akan menjadi tempat berkumpulnya generasi milenial.

"Ketika anak-anak muda pada ngumpul di Kampung Milenial, kita ingin ada input peluang-peluang bisnis yang didapat, bertukar ide dan ragam terobosan kreatif lainnya. Bila perlu di sini kita buat warkop Cipayung," katanya.

Di Kampung Milenial ini nantinya pihak pengelola akan menjajakan makanan khas daerah. Termasuk juga menyajikan ragam budaya 8 etnis di Kota Medan. Belum lagi sajian jajanannya antara lain seperti bolu meranti, bika ambon dan ikan teri yang bisa dibawa pulang pengunjung untuk oleh-oleh.

"Artinya kita siapkan paket komplet. Pengunjung bisa datang berbelanja, bersantai, kongkow-kongkow dengan rekan sejawat sambil dihibur ragam seni budaya atau kreatifitas musik dari para seniman Kota Medan atau pun luar kota. Kampung Milenial buka 24 jam," beber Rusdi.

Sementara Ketua Umum GMKI Kota Medan Meliana mengatakan gagasan pembangunan Kampung Milenial bisa menjadi jawaban atas keinginan anak-anak muda yang butuh tempat mengembangkan ide-ide kreatifnya.

"Jadi ketika anak-anak muda nongkrong di suatu tempat tidak lagi fokus dengan gadget di genggamannya. Tapi bagaimana usia-usia produktif ini mampu berkarya. Sehingga bonus Demografi saat ini tidak lagi menjadi suatu ancaman, tapi menjadi peluang. Artinya anak-anak muda tidak mudah terbawa arus negatif. Kita selaku kelompok Cipayung akan menyiapkan kader-kadernya dalam menghadapi bonus Demografi. Ini PR-nya generasi minelial," katanya.

Ketua Umum Bakercap GMNI Kota Medan Yersa Umar Hasibuan mengatakan sumber daya manusia generasi milenial saat sebenarnya sudah cukup baik dari generasi milenial sebelumnya. Sebab generasi milenial saat ini berada dalam era teknologi digital, di mana beragam informasi dan ilmu pengetahuan dapat diperoleh dalam genggaman tangan.

"Dengan adanya wadah Kampung Milenial yang disediakan Pak Rusdi, saya optimis akan muncul enterpreneur-enterpreneur baru dari kalangan anak muda," katanya.

Hal senada dikatakan Ketua Umum HMI Kota Medan Rizky Akbar. Pembangunan Kampung Milenial yang digagas Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya merupakan jawaban hasil diskusi HMI dengan Rusdi Sinuraya. "Alhamdulillah, harapan kita yang butuh wadah tempat kreatifitas anak-anak muda akhirnya lekas ditampung dengan nama Kampung Milenial. Kita berharap di Kampung Milenial aktifitas ekonomi di Medan makin bergeliat tanpa menghilangkan budaya anak Medan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Mustafa Kamarul Rokan dari kalangan akademisi membeberkan fakta-fakta tentang defenisi pasar berdasarkan hasil desertasinya di Leiden, Belanda. Menurut dia, defenisi pasar yang sesungguhnya adalah bagian dari kehidupan sosial sebagaimana yang diterapkan negara-negara barat sampai negara-negara arab.

"Justeru pemahaman saat ini, pasar selalu berkaitan dengan dunia bisnis. Defenisi inilah yang belakangan membuat mulai suntuk dengan pasar," katanya.

Pasar merupakan bagian kehidupan sosial, jelas Kamarul, artinya tempat berkumpulnya banyak orang dari beragam status sosial. Di sana terjadi interaksi sosial yang tidak bisa dipisahkan dari kultur dan budaya kehidupan masyarakatnya. "Jika pasar dipahami sebagai wadah bisnis, di sana biasanya terjadi saling iri dan dengki. Ini yang membuat kita suntuk jika mendengar kata pasar," katanya.

Kamarul mengambil contoh di Leiden, Belanda. Pasar tradisional di negara itu berada di halaman kantor wali kotanya. Di sana banyak pertunjukkan seni dan budaya yang digelar. "Jadi apa saja bisa dijual (dipertontonkan) di sana. Di sana, kehidupan masyarakatnya bagian dari pasar itu sendiri. Nah, di Kampung Milenial ini kita harapkan bisa seperti itu. Jadi bukan pasar yang melulu dimaknai sebagai lahan bisnis," katanya.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini