-->
    |

Revolusi Mental Bisa Mengubah Cara Berpikir


INILAHMEDAN - Serdangbedagai: Revolusi mental diharapkan dapat mengubah cara berpikir dan cara merasa. Tentunya ini diterjemahkan dalam perilaku dan tindakan nyata kehidupan sehari-hari dalam perilaku politik, ekonomi, pendidikan, kerja, dan sosial kemasyarakatan.

"Untuk itu, sosialisasi revolusi mental merupakan bagian penting untuk mewujudkannya," kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sabrina ketika membuka acara sosialisasi revolusi mental bagi pelajar SMA dan SMK Negeri Serdangbedagai (Sergai) di Restoran Wong Rame, Pantai Cermin, Rabu (20/11/2019).

Hadir di antaranya Wakil Bupati Sergai Darma Wijaya, narasumber motivator Indonesia spesialis revolusi mental Hamry Gusman Zakaria, Plh Kaban Kesbangpol Sumut Malentina Ginting, para guru pendamping, serta siswa/siswi SMA dan SMK Negeri Sergai.

Sabrina mengatakan, revolusi mental menjadi agenda penting pemerintahan Presiden Joko Widodo, di mana wujud revolusi mental yang dilaksanakan berupa reformasi yang menyentuh paradigma, mindset serta budaya dalam rangka pembangunan bangsa.

"Secara tekstual, revolusi mental berarti perubahan mendasar. Dari pengertian tersebut, dapat dilihat bahwa revolusi mental merupakan perubahan dari tindakan keseharian yang sudah menjadi karakter," kata Sabrina.

Menurut Sabrina, saat ini karakter Bangsa Indonesia masih jauh dari standar yang diharapkan. Perlu adanya sebuah formula baru dalam melakukan perubahan sosial di lingkungan masing masing. Perubahan dimulai dari tataran pola pikir, sikap, perilaku dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kemoderenan.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini