Risiko Tinggi Bangun Jembatan, Tak Ciutkan Nyali Prajurit Yonif 126/KC Bangun Jembatan
INILAHMEDAN - Sipispis : Risiko yang harus ditanggung para prajurit Yonif 126/KC saat mengerjakan pengecoran mal pondasi jembatan, tak sedikitpun menyurutkan semangat mereka. Sekitar 50 prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD itu terus berjibaku melansir material untuk membuat mal pengecoran pondasi jembatan.
Proses pengecoran jembatan ini merupakan pekerjaan terberat bagi Satgas TMMD. Pasalnya medan yang berat dan dinding tebing yang cukup terjal dengan ketinggian sekitar 30 meter membuat para prajurit kesulitan untuk melansir material seperti besi dan lainnya.
Namun tantangan itu tak mematahkan semangat para prajurit untuk mewujudkan jembatan yang menjadi harapan banyak warga. Bagi mereka pekerjaan mulia itu merupakan darma bakti prajurit TNI untuk mempersembahkan kesejahteraan kepada masyarakat setempat.
Perwira Koordinator Lapangan (Pakorlap) Satgas TMMD ke-106 Kodim 0204/DS Kapten Inf B Lumbanraja mengatakan, jembatan sepanjang 40 meter di atas sungai Bah Bolon itu merupakan tantangan terberat bagi prajurit.
"Ini tantangan terberat bagi sekitar 40 prajurit Yonif 126/KC yang dikerahkan untuk melaksanakan pengecoran pondasi jembatan. Tak hanya terjalnya dinding tebing, tapi kemungkinan terjadinya longsor menjadi ancaman bagi para prajurit. Namun demi darma bakti kepada rakyat semua tantangan itu harus dihadapi," ujarnya. (bsk/imc)
