-->
    |

Pemeriksaan Genomik Cegah Penyakit Tidak Menular


INILAHMEDAN - Medan: Puluhan dokter di Medan diberi pengetahuan tentang pemeriksaan Genomik. Genomik adalah bidang yang mempelajari genom untuk memahami bagaimana dan apa akibat dari interaksi antar gen serta pengaruh lingkungan terhadapnya. 

Dikatakan Dr dr Gatot Susilo Lawrence LAO MSc SpPA(K), pengetahuan genetik saat ini masih masih minim. Padahal dalam pengaplikasian di bidang medis, adanya pemeriksaan genomik membuka paradigma baru dalam menilai resiko penyakit yang mendukung preventive medicine. 

“Pemeriksaan genomik ini ditujukan untuk menilai resiko seseorang terhadap beberapa penyakit di antaranya CArisk yakni untuk melihat risiko terhadap beberapa jenis penyakit kanker. Lalu DIArisk untuk melihat risiko seseorang terhadap penyakit diabetes. Sehingga bisa dilakukan pencegahan penyakit-penyakit ini,” katanya dalam seminar pemeriksaan Genomik bersama puluhan dokter Medan di GRHA Prodia Medan, Sabtu (07/99/2019).

Sebab, kata Gatot, ada sepuluh penyakit tidak menular salah satunya penyakit kanker yang menjadi penyakit terbanyak di Indonesia.  

“Saat ini kita sudah mampu mendeteksi secara awal sebelum akhirnya seseorang itu memiliki penyakit kanker dengan tingkat keganasan yang tinggi. Salah satunya melalui pemeriksaan genomik di Prodia ini maka pencegahan bisa dilakukan dengan baik,” katanya. 

Sementara itu Dr dr Dina Keumala Sari MG SpGK mengatakan dengan adanya pemeriksaan nutrigenomics diharapkan bisa mencegah penyakit PTM dari awal. 

“Kita ketahui penyakit tidak menular itu semakin meningkat seperti penyakit jantung, obesitas, diabetes, kanker, hipertensi dan lainnya. Jadi kalaulah kita bisa melakukan pencegahan di awal itu akan lebih baik dari pada sudah sifatnya kuratif atau mengobati,” sebutnya.

Kata dia, setelah pemeriksaan gen untuk penunjang lainnya yakni dari segi nutrisi. Bila penemuan gen sudah dilakukan dan sudah diketahui maka bisa mengantisipasi atau memberikan penatalaksanaan nutrisinya sesuai dengan gen yang sudah ada. 

“Kalau sekiranya kita sudah tahu secara genetik maka kita akan mudah dalam memberikan asupan nutrisi sesuai yang diharapkan. Sehingga 10 sampai 15 tahun akan datang penyakit-penyakit PTM itu sudah jauh lebih berkurang. Kita tidak bisa menutup mata saat ini bahwa kematian penyebab PTM di Indonesia cukup tinggi. Jadi pemeriksaan ini cukup sekali seumur hidup dan bisa menggambarkan bagaimana respon tubuh kita terhadap makanan, metabolisme dan termasuk pula aktivitas kita,” terangnya. 

Sementara itu, Adrian Susanto M.Farm Apt dari Prodia mengatakan pemeriksaan gen ini bertujuan sebagai upaya pencegahan. 

“Apalagi saat ini hasilnya dilakukan di klinik dan tak perlu dikirim sampai ke luar negeri,” tandasnya. (imc/fat)
Komentar

Berita Terkini