Aktor dan aktris Film Komedi Babe Cabita yang berperan sebagai kapten Gomgom, Romaria Simbolon dan Ananta Rispo nonton bareng bersama fans dan insan pers penayangan film 'Kapal Goyang Kapten' di Studio 6 CinemaXX, Plaza Medan Fair, Senin (19/8/2019). (imc-Hendra)
INILAHMEDAN-Medan - Aktor dan aktris Film Komedi Babe Cabita yang berperan sebagai kapten Gomgom, Romaria Simbolon dan Ananta Rispo nonton bareng bersama fans dan insan pers penayangan film 'Kapal Goyang Kapten' di Studio 6 CinemaXX, Plaza Medan Fair, Senin (19/8/2019). Film komedian ini rencananya tayang secara serentak di bioskop-bioskop Indonesia pada 5 September 2019 mendatang.
Bahagia dan senang terpancar dari artis cilik Romaria Simbolon yang tidak lupa menyapa warga Medan dengan menyerukan horas, horas.
Babe menyampaikan bahwa Medan adalah kota kedua setelah Padang, dalam kunjungan promonya ke Pulau Sumatera. Harapannya, warga Medan bisa menyaksikan film yang bertemakan kekeluargaan dan kebersamaan dalam menggapai satu tujuan. Meski dibalut dengan komedian dalam film tersebut, banyak hal tersirat dan hikmahnya yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-harinya.
Film yang diproduksi Mega Pilar Pictures, ini dimotori Produser Roni Parini bersama-sama menggarap film dengan Raymond. Handaya sebagai sutradara sekaligus produser juga, sedangkan penulis skenario
Dipercayakan pada Mukhadly Acho dan Awwe dalam skenario pembuatan filmnya terbilang singkat, memakan waktu sekitar selama 18 hari dengan mengambil lokasi syuting di Provinsi Maluku, tepatnya di pulau Ambon dan di kepulauan Tual, Maluku Tenggara.
Film “Kapal Goyang Kapten” bercerita soal sekelompok wisatawan domestik yang berlibur ke Ambon. Dalam salah satu agenda, wisatawan yang terdiri dari beberapa rombongan mengunjungi sebuah pulau dengan menyeberangi pantai.
Keceriaan terpancar dari para wisatawan. Sayangnya, kebahagiaan liburan hanya bertahan beberapa saat. Kapal yang mereka gunakan untuk menyeberang dibajak sekelompok perompak amatiran.
Pembajak mengarahkan kapal ke sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Pembajak yang terdiri dari tiga orang memiliki latar belakang yang berbeda. Ada yang ingin membuktikan ke orang tuanya kalau dia tidak manja, ada yang butuh uang untuk berobat ibunya, dan sampai seorang pengangguran.
Karena kebodohan para pembajak, mereka semua terjebak di pulau tersebut dan tidak bisa keluar. Kapal mereka tenggelam. Para wisatawan tidak mau lagi menjadi sandera. Untuk bertahan hidup di pulau tidak berpenghuni. Sesama wisatawan bahkan para pembajak harus saling bekerja sama.
Konflik-konflik tidak dapat dihindari. Salah satu sebabnya karena kehidupan yang sangat berbeda di pulau dan di kota. Ada orang yang sangat suka berdandan, hobi makan, sampai satu keluarga yang tidak tahu akan berbuat apa. Namun semua tidak melulu tentang dampak negatif. Terperangkap di pulau juga semakin mendekatkan dua orang remaja jatuh cinta.
Film ini juga di bintangi aktor dan sejumlah komika dan aktor-aktris Indonesia seperti Yuki Kato, Ge Pamungkas, Mamat Alkatiri, Muhadkly Acho, Roy Marten, Asri Welas, Mathias Muchus, Arief Didu, Naomi Papilaya, Andi Anissa, Ryma Gembala, dan Yusril Fahriza.
Dalam penggarapannya, Raymond Handaya dibantu oleh Muhadkly Acho dan Awwe sebagai penulisan naskah. Film “Kapal Goyang Kapten” berada dalam naungan studio produksi Mega Pilar Pictures.
Sebelum menggarap film “Kapal Goyang Kapten”, Raymond Handaya telah menyutradarai film I Love You Masbro (2012), Warisan Olga (2015), Air dan Api (2015), Cahaya Cinta Pesantren (2017) dan Flight 555 (2018).(imc/hen)
