|

Infrastruktur Jalan Buruk, DPRDSU: Pertahankan Objek Wisata Haranggaol


INILAHMEDAN - Medan: Kalangan DPRD Sumut mendesak Pemprov Sumut dan Pemkab Simalungun bergerak cepat memperbaiki infrastruktur jalan yang kondisinya hancur-hancuran menuju objek wisata Haranggaol di Kabupaten Simalungun.

"Tujuannya guna menyelamatkan kawasan Danau Toba itu sebagai tempat berliburan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara," kata anggota Komisi B DPRD Sumut Richard P Sidabutar dan Ketua Komisi E Robert Tobing kepada wartawan, Senin (10/06/2019).

Kawasan Danau Toba wilayah Haranggaol, kata dia, merupakan salah satu objek wisata primadona bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang harus segera diselamatkan dari keterpurukan. Salah satunya dengan memperbaiki infrastruktur jalan yang kondisinya rusak parah. Dengan begitu ketenaran Haranggaol sebagai kawasan tujuan wisata tidak menjadi kenangan.

Menurutnya, Pemprov Sumut Cq Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Konstruksi) Sumut harus secepatnya mengalokasikan anggaran perbaikan jalan menuju objek wisata Haranggaol tersebut di APBD Sumut. Dengan demikian ketenaran objek wisata yang memiliki panorama yang indah dengan udaranya yang sejuk serta menakjubkan bisa kembali dikunjungi wisatawan.

“Sangat disayangkan, Haranggaol yang sudah terkenal di dunia pariwisata ini kini terancam punah karena infrastrukturnya rusak parah dan sulit dilalui kendaraan. Dengan demikian wisatawan enggan berkunjung.

Perlu diketahui, ujar Richard dan Robert, sejak 2016 pemerintah telah menetapkan Danau Toba termasuk Haranggaol sebagai destinasi nasional dan sudah menjadi kewajiban pemerintah memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak guna menyukseskan program pemerintah menjadikan Danau Toba sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional).

“Segera sempurnakan infrastruktur sekaligus memperbaiki sarana dan prasarana yang sudah diprogramkan karena pembangunan infratstruktur saja tidak cukup. Tapi mesti diikuti dengan pengembangan dan kesiapan kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola kawasan wisata,” ujarnya.

Begitu juga masyarakat maupun pengusaha yang memiliki KJA (Keramba Jaring Apung) di Haranggaol, kata Robert, sebaiknya mematuhi anjuran pemerintah untuk membersihkan kawasan itu dari  KJA agar air danau yang selama ini sudah tercemar akibat pakan ternak ikan dapat disterilkan dari pencemaran.

“Terancam punahnya kunjungan wisatawan ke Haranggaol tidak hanya pengaruh kerusakan sarana infrastrktur jalan, tapi juga akibat semakin tercemarnya atau joroknya air Danau Toba dari limbah KJA," katanya.

Sebagaimana diketahui, kurang lebih 10 tahun silam Danau Toba wilayah Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun terlihat sepi pengunjung akibat rusaknya infrastruktur jalan.(imc/nangin)
Komentar

Berita Terkini