|

DPRDSU Kecewa Bupati Taput Absen Bahas Pembangunan Jembatan Binanga

Anggota DPRD Sumut Samsul Sianturi

INILAHMEDAN - Medan: Anggota Komisi D DPRD Sumut Samsul Sianturi mengaku kecewa terhadap Bupati Tapanuli Utara (Taput) yang tidak menghadiri pertemuan antar Bupati dengan Komisi D guna membahas anggaran proyek yang sangat urgen di daerahnya masing-masing untuk dialokasikan di APBD Sumut.

“Kita kecewa atas ketidakhadiran Bupati Taput. Padahal kita sudah layangkan surat undangan agar hadir dalam pertemuan dengan sejumlah Bupati di Sumut guna membahas proyek yang anggarannya tidak tertampung di APBD kabupaten,” ujar Samsul Sianturi kepada wartawan, Jumat (01/02/2019).

Seperti diketahui, ujar Samsul, Komisi D mengadakan rapat dengar pendapat dengan Bupati Karo, Deliserdang, Humbahas (Humbang Hasundutan) maupun Labuhanbatu (atau yang mewakili) untuk menampung aspirasi daerah menyangkut proyek di daerahnya agar diperjuangkan di APBD Sumut.

“Tapi dalam pertemuan yang sangat penting ini, Bupati Taput tidak hadir ataupun mengutus perwakilannya. Padahal kita ketahui begitu banyak proyek besar yang sampai saat ini masih terkendala pembangunannya karena anggarannya belum mencukupi dari APBD,” ujar Samsul.

Politisi Partai Demokrat Sumut itu mencontohkan proyek pembangunan jembatan Binanga di Desa Simatupang Kecamatan Muara Kabupaten Taput yang menghubungkan Muara ke Desa Sibual Kecamatan Peranginan Humbahas yang panjangnya 20 meter.

“Masyarakat mengharapkan agar jembatan ini dibangun karena satu-satunya jembatan yang menghubungkan Kabupaten Taput ke Humbahas,” ujar Samsul seraya menambahkan selama ini masyarakat membuat jembatan dari pohon kayu maupun pohon kelapa tapi ketika banjir datang jembatan darurat itu hanyut.

Padahal, ujar Samsul, setiap hari ratusan anak sekolah SD, SMP maupun SMA/SMK melintasi jembatan tersebut sehingga mendesak untuk segera dibangun secara permanen.

“Hal itu perlu menjadi perhatian Gubsu untuk segera mengalokasikan anggarannya di APBD Sumut agar anak-anak sekolah bisa merasa aman dan nyaman menuntut ilmu ke sekolahnya diseberang jembatan,” ujar Samsul.

Selain itu, tambah Samsul, masyarakat Desa Hutanagodang Kecamatan Muara Taput juga mengharapkan pembangunan tanggul Binanga di Sungai Siparbue untuk irigasi karena tanggul yang lama sudah hancur dan setiap musim hujan Sungai Siparbue meluap dan membanjiri areal persawahan.

“Jika tanggul itu tidak segera dibangun, sangat mengganggu sumber mata pencaharian masyarakat di bidang pertanian karena kerap gagal panen sebab tanaman masyarakat diterjang banjir Sungai Siparbue,” katanya. (imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini