|

Kios Kuliner Berbiaya Rp3 M Semarakkan Wisata Tongging

Satu bangunan kios kuliner ukuran 4X4 meter yang berada di pinggir Danau Toba, Desa Tongging, Karo, sedang dalam proses pembangunan. (foto: ist)

INILAHMEDAN - Medan:  Komisi B DPRD Sumut mengharapkan pembangunan fisik destinasi wisata bertaraf internasional di pinggiran Danau Toba khususnya Desa Tongging, Kecamatan Merek, Karo, disosialisasikan.

“Masyarakat sangat mendukung pembangunan sektor pariwisata. Tapi penataan bangunan atau lingkungan perlu mengedepankan design ornamen budaya Karo,” kata anggota Komisi B DPRD Sumut Siti Aminah Peranginangin, Senin (22/10/2018).

 Menurut Siti Aminah, masyarakat di daerah itu tidak pernah menerima penjelasan dari pemerintah bagaimana dan apa saja yang akan dibangun di Tongging sekaitan program destinasi kepariwisataan Danau Toba.

“Masyarakat hanya mendengar informasi akan dibangun kios kuliner berbiaya Rp3 miliar lebih yang sumber dananya berasal dari APBN TA 2018. Proyek itu sendiri memang ditangani Departemen Cipta Karya Kementerian PUPR. Bagi masyarakat tentu saja ini sangat membanggakan karena Tongging akan disemarakkan kios-kios kuliner,” ujar politisi PDIP ini.

Namun yang menjadi pertanyaan, kata dia, dari sejumlah pemilik bangunan di pinggir danau yang digunakan menjadi kios kuliner ukuran 4x4 meter ini, baru 2 pemilik kios yang menerima dana berkisar Rp1,5 juta per orang.

“Hanya saja masyarakat menjadu bingung soal jumlah kios yang akan dibangun dan bagaimana nanti tempat tinggal mereka jika rumah mereka dibongkar," katanya.

Kata Siti Aminah, masyarakat di daerah itu juga tidak tahu apakah ada ganti-rugi bangunan atau tidak. 

"Masyarakat berharap agar ada instansi yang memberikan informasi atau sosialisasi untuk itu agar mereka bisa tenang,” katanya. (imc/bsk)
 

Komentar

Berita Terkini