![]() |
Salah satu sekolah dasar negeri di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, Sumut. (foto: nirwani)
INILAHMEDAN - Serdangbedagai: Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sergai Joni Walker Manik segera mengecek kebenaran terkait adanya pungutan yang dilakukan pihak sekolah dasar negeri atas dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima orang tua siswa dan dana Program Keluarga Harapan (PKH).
"Secepatnya kita panggil kepala sekolahnya untuk mengecek kebenaran soal pungutan itu," kata Joni Walker Manik, Senin (13/08/2018).
Sebelumnya, sejumlah orang tua siswa menerima dana PIP sebesar Rp450 ribu per siswa. Dana ini merupakan program Presiden Jokowi untuk membantu orangtua siswa yang berekonomi lemah (miskin). Dana ini disalurkan lewat masing- masing rekening siswa atau Simpanan Pelajar ( SimPel).
Namun para orang tua siswa mengeluh karena pihak sekolah mengutip dana yang mereka peroleh sebesar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.
"Tentunya saya keberatan. Kutipan itu bagi saya terlalu besar," kata Yakub (53), salah seorang orangtua siswa yang anaknya masih duduk si bangku kelas 3.
Yakub menuturkan pengutipan dilakukan pihak sekolah setiap kali dana tersebut cair.
Hanya saja, kata Yakub, dana bantuan tersebut tidak langsung dipotong dari rekening, tapi setelah cair oknum guru mendatangi orangtua siswa meminta dana tersebut.
Keluhan serupa juga dilontarkan Raf (30). Dia mengaku anaknya yang kini duduk si bangku kelas 4 di sekolah dasar negeri itu dua kali mendapat bantuan dana dari Prorgam Indonesia Pintar.
"Setiap pencairan, saya juga dikutip," katanya.
Raf mengaku dirinya dikutip sebesar Rp50 ribu. Namun baginya kutipan tersebut cukup besar untuk ukuran ekonomi seperti dia.
"Untuk ukuran ekonomi saya, kutipan itu sangat besar," ungkap Raf yang mengaku penghasilan keluarganya tergantung dari suaminya yang berprofesi sebagai nelayan.
"Uang Rp50 ribu kan bisa beli beras lima kilo dan buat uang jajan anak," katanya.
Raf berharap ke depan jangan lagi ada kutipan yang dilakukan pihak sekolah atas dana Program Indonesia Pintar yang mereka terima.
"Pemerintah juga kita harapkan lebih mengawasi penyaluran bantuan buat masyarakat kecil ini," katanya. (imc/nirwani)
