|

7 Keluarga Korban KM Sinar Bangun Gelar Doa Bersama


INILAHMEDAN - Deliserdang: Prosesi doa bersama dilaksanakan di kediaman Sugiarto (60) di Dusun II, Gang Srikandi, Desa Mekarsari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang. Gerimis belum juga reda.

Rumah Sugrito menjadi tempat berkumpulnya anak-anak lintas komunitas. Termasuk Komunitas Ucok Butet Bersaudara Jalan-jalan. Tujuh dari anggota komunitas tersebut menjadi korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun pada Senin (18/06/2018) petang lalu.

Sampai hari ke delapan ini, pihak keluarga masih menunggu sambil menggantungkan harapan kalau para korban akan kembali pulang dan berkumpul kembali dengan sanak keluarganya.

"Kami sekeluarga mengharapkan atas keselamatan anak kami. Seandainya kehendak berkata lain, kami ikhlas. Kami juga memohon amal ibadah anak kami diterima dan ditempatkan sebaik-baiknya di sisi Allah," kata salah satu perwakilan keluarga, kemarin malam.

Perwakilan Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kecamatan Delitua diminta memberikan kata sambutan usai prosesi doa bersama. Seorang pria menggunakan ikat kepala warna coklat berdiri. Suaranya terdengar parau. Dia tidak mau berlama-lama cakap.

"Empat kader terbaik kami hilang. Mari sama-sama kita berdoa agar dapat menemukan jasad dari adik dan anggota kami ini," katanya.

Kepala Lingkungan Dusun II Suhendra membenarkan beberapa warganya hilang saat berwisata ke Danau Toba. Semua usaha sudah dilakukan, namun Tuhan belum berkehendak. Lalu dia bersama tokoh masyarakat dan lintas komunitas berinisiatif menggelar doa bersama untuk para korban yang belum ditemukan.

"Saya berharap para orangtua korban selalu sabar, tabah dan tawakkal menghadapi cobaan. Semua ini ada hikmahnya. Saya mewakili pemerintahan Desa Mekarsari mengucapkan turut prihatin," katanya.

Ustadz Syamsudin dalam tausiahnya mengatakan takdir Allah tidak ada yang buruk. Hanya pandangan manusia saja bahwa mendapat musibah itu tidak mengenakkan, masalah, buruk dan tidak baik. Takdir terbagi dua. Yaitu takdir yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Nabi Muhammad SAW doanya makbul, tapi nabi tidak bisa menolak apa yang sudah ditentukan Allah.

"Allah memberikan musibah dan bencana untuk mengangkat derajat manusia bagi orang-orang yang sabar. Dalam konteks agama, sabar hukumnya wajib. Dan apabila kita tidak sabar apakah bisa mengubah keadaan? Tidak juga," ujarnya.

Ketujuh anggota komunitas Ucok Butet Bersaudara Jalan-jalan yang belum ditemukan adalah Bayu Satriawan Wibowo Bin Suratman (25), warga Pasar 9 Gang Damai, Irawady Affandy Bin Syafizal (36) penduduk Jalan Satria, Ikhsan Zulkarnaen Siagian Bin Muhammad Sholeh (30) warga Pantai Rambung Gang Delima 1, Mei Sri Novi Binti Mugiono (34) warga Titi Kuning, Khairiah Handayani Binti Siswanto (29) warga Jalan SM Raja Gang Mandailing, Vivi Novianti Binti Sukirman (25) warga Jalan Marendal Gang Keluarga 7 dan Muhammad Ferry Sembiring Bin Abdullah (32) penduduk Berastagi. (imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini