INILAHMEDAN - Medan: Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan kembali melakukan normalisasi drainase, Jumat (16/03/2018). Ada tiga titik drainase di Kecamatan Medan Kota yang menjadi objek normalisasi karena mengalami penyumbatan dan pendangkalan yang cukup parah.
Ketiga titik drainase itu berlokasi di Jalan Laksono, Gg Wosono dan persimpangan Jalan Puri, Kelurahan Kota Matsum III serta Jalan SM Raja depan eks Semarak Hotel dan depan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).
Normalisasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan jajaran Kecamatan Medan Kota.
Plt Kabid Drainase Dinas PU Kota Medan Edi Zalman yang memimpin normalisasi membagi pekerja menjadi tiga tim didukung satu unit alat berat, mobil penyedot lumpur serta sejumlah truk pengangkut sampah dan lumpur yang menjadi penyebab utama terjadinya penyumbatan dan pendangkalan tersebut.
Normalisasi pertama dilakukan di Jalan Laksano Gg Wosono dan persimpangan Jalan Puri. Selain mengalami pendangkalan, drainase yang ada dipenuhi sampah. Kondisi ini tidak terlepas dari kurangnya kesadaran warga sekitar untuk menjaga kebersihan draianse. Bahkan tak jarang warga membuang sampah rumah tangganya ke dalam drainase.
“Guna mengembalikan fungsi drainase menjadi saluran air sekaligus pemampung debit air hujan, makan kita lakukan normalisasi,” kata Edi Zalman.
Para pekerja agak kesulitan melakukan pengorekan. Sebab ada warga mendirikan warung sekaligus rumah tempat tinggal di atas permukaan drainase di persimpangan Jalan Puri. Untuk itu sejumlah pekerja terpaksa harus membuka beton penutup drainase dan kemudian menyuruk masuk di bawah bangunan warung merangkap rumah tersebut.
“Dalam melakukan normalisasi, Pak Wali berpesan kepada kita agar pinggiran drainase yang dinormalisasi harus bersih seperti semula agar masyarakat benar-benar terpuaskan,” jelas Edi Zalman.
Sedangkan di Jalan SM Raja persisnya depan bekas Hotel Semarak, para pekerja lebih dulu mengangkat beton penutup drainase. Kemudian sejumlah pekerja melakukan pengorekan secara manual. Namun tidak lama, pekerja menemukan pipa melintang. Khawatir pipa bocor maupun pecah, pengorekan dilakukan dengan penyedotan menggunakan mobil penyedot lumpur.
Kemudian normalisasi dilakukan di Jalan SM Raja depan UISU. Guna memaksimalkan normalisasi, Edi Zalman mengatakan normalisasi tidak bisa dilakukan satu kali.
“Kemungkinan kita akan datang untuk menormalisasi kembali sehingga hasilnya memuaskan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Sementara Camat Medan Kota Edi Mulia Matondang mengatakan penyumbatan dan pendangkalan drainase terjadi akibat masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan drainase.
“Malah tidak sedikit warga yang masih membuang smpah rumah tangganya dalam drainase,” ungkapnya. (bsk)
