Deklarasi Asrama Polri Bebas Narkoba: Bersih di Dalam, Hajar ke Luar
INILAHMEDAN - Medan: Gubernur Sumut Erry Nuradi mengajak seluruh masyarakat menyatakan bahwa narkoba adalah musuh bersama dan musuh utama.
"Apapun profesi masyarakat, mari kita nyatakan kalau narkoba adalah musuh bersama dan musuh utama," kata Erry usai deklarasi 'Asrama Polri Bebas Narkoba' di Lapangan Brimob Polda Sumut Jalan Wahid Hasyim, Medan, kemarin.
Hadir pada deklarasi itu Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan, anggota DPR RI Junimart Girsang, Raden Muhammad Syafii, Tifatul Sembiring, Hasrul Azwar, Abdul Wahab Dalimunthe, Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel, Kepala BNN Sumut Brigjen Andi Loedianto, jajaran Kapolres dan kepala BNN kota/kabupaten se-Sumatera Utara dan tokoh masyarakat lainnya.
Menurut Erry, kurang lebih 14 juta jiwa penduduk Sumatera Utara, sekitar 350 ribunya terindikasi mengomsumsi narkoba. "Ini angka yang sangat luar biasa besarnya. Ini tugas kita bersama menanggulanginya," ujar Erry.
Erry mengatakan permasalahan narkoba semakin memprihatinkan dan telah menjadi permasalahan seluruh bangsa dan menjadi persoalan global. Dampaknya merambah ke hampir seluruh negara, bahkan Indonesia termasuk Sumatera Utara.
"Narkoba telah merambah hingga ke pedesaan dan korbannya sampai di kalangan pelajar. Bahkan tingkat sekolah dasar," katanya.
Berdasarkan informasi, selama 2016 Polda Sumut telah menangani 5.546 kasus narkoba dengan jumlah tersangka mencapai 6.534 orang. Jumlah ini melonjak tajam dibanding tahun 2015 dengan 4.711 kasus dan 6.267 tersangka.
Oleh karenanya, kata Erry, Pemprovsu akan terus memberi dukungan bagi program Polri khususnya Polda Sumatera Utara. "Bersih-bersih ke dalam kemudian hajar ke luar. Asrama polisi harus bebas narkoba. Kita harus memberikan contoh dimulai dari diri kita maupun organisasi kita. Punya komitmen dulu lalu bisa melakukannya keluar. Ini contoh bagi instansi lain," tutur Erry. (bsk)
