|

Dilarang Ngangon Lembu, Warga Blokir Jalan Menuju PT Asian Agri

Pertemuan warga dan pihak PT Asian Agri di Balai Desa Batu Anam. (foto: tmp)

INILAHMEDAN - Asahan: Puluhan warga Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, memblokir jalan umum menuju PT Asian Agri. Warga terpaksa melakukan itu gara-gara mereka dilarang pihak perusahaan perkebunan it mengangon lembu di areal perkebunan milik perusahan tersebut.

Pantauan wartawan, aksi blokir jalan yang dilakukan warga sudah berjalan dua hari. Aksi tersebut tidak sempat anarkis karena pihak Polsek Simpang Empat dan Koramil setempat langsung datang ke lokasi.

Akibat aksi blokir, tampak puluhan truk berhenti di sepanjang jalan masuk ke PT Asian Agri. Truk-truk tersebut sudah 2 hari tidak bisa beroperasi akibat pemblokiran jalan tersebut.

Aksi blokir jalan berawal ketika pihak perusahaan melarang hewan ternak warga masuk ke perkarangan perkebunan. Pihak perkebunan mengaku hewan-hewan tersebut mengganggu tanaman yang berada di dalamnya. Alhasil warga yang memiliki hewan ternak di sekitar perkebunan merasa gerah dan kesal.

Menurut warga, mereka berternak lembu di sekitar perkebunan sejak tahun 1970-an. Namun baru kali ini pihak perkebunan melarang hewan ternak warga masuk ke dalam perkebunan.

"Kami akan tetap blokir jalan kalau tuntutan warga tidak dipenuhi PT Asian Agri untuk mengangon (mengembala) ternak di sekitar lahan perkebunan," ujar Pak Haji Latief.

Aksi warga itu sempat dimediasi namun belum menemukan titik terang. Pertemuan yang dilakukan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ruang meeting Asian agri yang dihadiri langsung General Manager PT Asian Agri OWM Limbong, Kapolsek Simpang Empat, Koramil, dan Kades belum menemukan titik temu.

Akhirnya pertemuan dipindahkan ke Balai Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, bersama semua unsur pemerintahan, aparat penegak hukum dan warga sekitar.

Menurut Kades Batu Anam, Harianto, pertemuan ini merupakan yang kedua. Warga yang memiliki hewan ternak akhirnya mendengar penjelasan pihak perkebunan.

"Kita sifatnya hanya memfasilitasi tempat untuk pertemuan kedua belah pihak yang keberatan. Mudah mudahan pertemuan ini bisa menyelesaikan masalah agar tidak berlarut larut," terangnya.

Sementara OWM Limbong enggan memberikan tanggapannya kepada wartawan terkait pemblokiran jalan yang mengganggu aktifitas perusahaan. (tmp)



Komentar

Berita Terkini