|

Mencuri, Kepling Masuk Bui. Jabatan Kepling Diteruskan Istri. Lima Bulan Bebas, Eh, Nyolong Lagi


INILAHMEDAN - Medan: Mencuri sepertinya sudah menjadi profesi bagi S. Gara-gara mencuri, pria ini masuk bui dan jabatan kepling yang selama ini disandangnya terpaksa beralih ke istrinya, D. Lima bulan mengirup udara bebas, S mencuri lagi dan dipergoki warga. Bahkan nyaris dihakimi massa. 

Apakah ada sangkut pautnya dengan S, tapi yang pasti, warga Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, belakangan ini resah lantaran kerap terjadi aksi pencurian di lingkungan mereka. Nah, di lingkungan itulah dulunya S menjabat sebagai kepling dan sampai saat ini dia dan istrinya menetap di sana.

Hanya saja, keluhan warga di sana tidak begitu direspon D, selaku kepling. Dv juga enggan melapor ke pihak berwajib atas keluhan warganya.

"Belakangan ini memang sering terjadi kemalingan di kawasan kami. Sasaran pencuri sejumlah grosir. Becak bermotor (betor) dan sepeda motor juga pernah hilang," kata SK Pardosi kepada wartawan, Kamis (11/08/2016).
 
Parahnya lagi, beber SK Pardosi, pada Kamis (11/09/2016) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB, sebuah grosir milik A Molen di Jalan Turi disatroni maling. Namun malingnya dipergoki warga dan nyaris dihakimi. Ternyata, pelakunya adalah S.

Ditambahkan SK Pardosi, sebelumnya S menjabat kepling di Kel Timbang Deli. Lantaran S melakukan tindak kejahatan di salah satu perusahaan tempatnya bekerja selaku sekuriti, akhirnya S masuk bui.

“Baru sekitar 5 bulan lalu dia (S) keluar dari penjara, eh, dia malah kepergok mencuri lagi. Kita pun heran kenapa lurah mengangkat istrinya jadi kepling,” cetus Pardosi. 

Pengakuan yang sama disampaikan Jamili, warga sekitar. Ketika dihubungi wartawan, S dipergoki warga saat membongkar grosir milik A Molen di Jalan Turi.

“Pelakunya mantan kepling. Dia nyaris dihakimi massa. Beruntung pihak keluarganya lekas mengamankannya,” terang Jamili.

Terkait hal itu, SK Pardosi dan Jamili meminta Walikota Medan melalui lurah atau camat mengevaluasi jabatan kepling tersebut. Warga keberatan atas pengangkatan D menjabat kepling menggantikan suaminya.

“Jabatan kepling itu bukan jabatan keturunan. Kita minta jabatan kepling dialihkan ke warga yang sanggup mengembannya," kata Jamili.

Camat Medan Amplas, Zulfakhri Ahmadi, ketika dikonfirmasi wartawan terkait kejadian tersebut mengaku belum mendapat informasi. Namun, kata dia, permintaan warga soal evaluasi jabatan kepling akan dipertimbangkan. (bsk)
   
Komentar

Berita Terkini