Tim Penyelamat Sulit Identifikasi WNI Korban Kapal Karam di Perairan Malaysia
INILAHMEDAN - Jakarta: Tim penyelamat mengalami kesulitan mengidentifikasi jenazah WNI korban kapal karam di perairan Malaysia.
Dirjen Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, M Iqbal, mengatakan, baru dua jenazah yang bisa diidentifikasi dari 10 korban tewas.
"Kedua jenazah itu teridentifikasi oleh keluarganya di Malaysia," kata Iqbal, Senin (25/07/2016).
Menurut Iqbal, tim penyelam mengalami kesulitan dalam melakukan identifikasi karena kondisi korban usai tenggelam dan minimnya tanda pengenal yang dapat menjadi rujukan identifikasi.
"Saat ini Kemlu tengah berkoordinasi dengan Disater Victim Identification (DVI) Polri untuk kebutuhan identifikasi," katanya.
Diketahui, kapal pengangkut 62 penumpang itu karam setelah mati mesin dan karam dihempar ombak di perairan Pantai Batu Layar, Kota Tinggi, Johor, pada Sabtu malam (23/07/2016). Baru 34 penumpang yang berhasil diselamatkan dari jumlah total penumpang. Yakni 26 laki-laki dan 8 perempuan. Rata-rata usia 20-50 tahun. Sementara belasan penumpang lainnya masih dalam pencarian tim SAR Malaysia yang terdiri dari polisi laut, Marine Operation Force (MOF), perwakilan kantor polisi Rengit dan petugas pemadam kebakaran Johor.
Berdasarkan laporan, sebanyak 34 imigran selamat dari pelayaran ilegal yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia yakni NTB, NTT, Jawa Timur, Aceh, Sumut, Jambi, dan Sumbar. tm
