|

Sepi Peminat, Good By Sekolah Jurusan Kesehatan...


INILAHMEDAN - Medan: Berubahnya kualifikasi penilaian dalam standar pendidikan membuat institusi pendidikan harus segera berbenah. Jika tidak, akan semakin ditinggalkan.

Salah satunya, kata Ketua Lembaga Riset Publik (Larispa) Indonesia, M Rizal Hasibuan, adalah sekolah juruan kesehatan. Saat ini, sekolah tersebut semakin tertinggal jika dibandingkan dengan sekolah tinggi yang ada.

"Minimnya minat ke sekolah kesehatan menyebabkan sekolah itu mulai ditinggalkan. Ditambah lagi satu masalah, sekolah pendidikan tidak lagi di bawah Kementerian Kesehatan, tapi sudah di bawah Kementerian Pendidikan Nasional. Ini menyebabkan mereka gamang karena standar yang dulu mereka tidak punya, tapi sekarang harus dapat mereka ikuti," katanya, kemarin.

Standar yang ada tersebut, jelas Rizal, seperti penelitian dan pengabdian masyarakat. Kemudian standar keberdayaan manusia, sebut Rizal, juga belum bisa diikuti oleh sekolah kesehatan.

"Akhirnya sekolah kesehatan tertinggal. Dan banyak yang sudah tutup," jelasnya.

Rizal mengaku, berdasarkan pengalaman pihaknya saat turun ke daerah, ada beberapa sekolah pendidikan yang terpaksa tutup. Di Pekanbaru ada 3 sekolah dan di Sumatera Utara ada 2 sekolah.

Pemerintah, ujar Rizal, memang saat ini ingin membuat jaring bagi intitusi pendidikan.

"Kalau dulu pendidikan diberi kebebasan untuk tumbuh seperti jamur di musim hujan. Namun sekarang berubah kepada peningkatan kualitas. Karena itu sekolah-sekolah yang tidak berstandar baik akhirnya tutup karena tidak bisa menyesuaikan diri," ujarnya.

Permasalahan dunia pendidikan lainnya, kata dia, keberadaannya masih banyak terkonsentrasi di perkotaan. Sementara untuk di daerah masih sangat jauh. "Jadi pendidikan itu umumnya hanya ada di daerah yang maju," pungkasnya. Ev
Komentar

Berita Terkini