Merasa Ditipu, 5 Konsumen Laporkan Pengusaha Perabot
INILAHMEDAN - Medan: Mengaku ditipu, lima orang konsumen Istana Furniture, Jalan Aksara, Medan Tembung, yang memperjualbelikan perabot rumah tangga, melaporkan pengusahanya ke Polsek Percut Sei Tuan, Minggu (27/03/2016).
Informasi dihimpun, para konsumen yang melapor yakni Khairiah (54) dan anaknya, Irma (25), warga Jalan Benteng Hulu, Gang Bersama, Medan Tembung. Selain itu, Amin (32) dan temannya seorang wanita warga Jalan Halat, Medan.
Mereka melaporkan, pengusaha Istana Future, Merry (44) warga Jalan Vila Namori, Blok III, No 1, Namorambe, Deli Tua, lantaran barang pesanan yang telah diorder para konsumen tidak diantarkan. Padahal para konsumen telah membayar sejumlah uang kepada pihak toko.
“Kami sudah ditipu. Selain kami, banyak yang datang ke toko itu karena komplain barang yang dipesan tak juga diantar ke rumah. Padahal kami sudah bayar lunas,” ujar Khairiah saat membuat pengaduan di SPKT Polsek Percut Sei Tuan, kepada wartawan.
Dijelaskan Khairiah, seminggu lalu, dia memesan spring bed seharga Rp6,2 juta di toko terlapor. Meryy berjanji akan segera mengantar orderan, namun sampai saat ini pesanan tak kunjung diantar.
Alhasil, ia pun menghubungi Merry, yang sempat mengunjungi rumah Khairiah untuk mengambil sisa uang pembayaran. Dari seberang telepon, Merry berjanji akan mengirimkan barang tersebut. Namun setelah berapa hari ditunggu, barang tak kunjung diantar.
“Sewaktu kami datangi, tokonya masih buka. Di situ masih ada pekerjanya, tapi barang-barang mereka sudah gak ada.
Karena gak jumpa si Merry, saya marah-marah sama pekerjanya. Soalnya mereka tau kalau sudah banyak yang komplain. Saya ke situ aja ada beberapa orang juga yang komplain, tapi jumlah uang mereka bervariasi,” jelasnya.
Senada juga disampaikan, Amin. Ia mengaku ditipu Merry sebesar Rp2,8 juta dari pesanan spring bed. Ironisnya, sudah sebulan memesan barang tersebut, namun pesanan tak kunjung diantar.
“Saya sudah sebulan pesan bang. Karena gak diantar, hari Kamis kami ke tokonya. Di situlah jumpa sama ibu ini (Khairiah) dan di sana juga banyak yang tertipu juga datang. Terakhir dia buka hari itu dan sekarang udah gak buka lagi. Makanya kami sepakat mau melaporkannya. Soalnya takut terjadi sama orang lain lagi,” ujarnya.
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato, menuturkan, pihaknya masih mendalami kasus dugaan penipuan tersebut.
“Masih kita dalami kasusnya. Apakah benar penipuan atau tidak,” pungkasnya. Am
