Lagi, Tim Gabungan Tertibkan Pedagang Sutomo Yang Pindah ke Jalan Rakyat
INILAHMEDAN - Medan: Tim gabungan kembali menertibkan pedagang kaki lima di Jalan Rakyat dan Jalan Perjuangan, Senin (28/03/2016) dinihari.
Tim juga mengamankan barang dagangan pedagang berupa sayuran dan buah yang digelar di pinggiran jalan. Para pedagang tidak berdaya lantaran tim dalam penertiban ini turun dengan kekuatan penuh.
Sebelumnya, para pedagang bersukaria selama dua hari karena tim gabungan menghentikan penertiban. Sebab, sebagian besar aparat kepolisian yang mendukung penertiban ditarik sementara guna mengamankan Perayaan Paskah. Itu sebabnya para pedagang dengan leluasa berjualan, termasuk di kawasan Jalan Sutomo dan sekitarnya yang selama 9 hari sempat steril dari pedagang kaki lima.
Dalam penertiban hari kesepuluh ini, Kasatpol PP Kota Medan selaku pimpinan tim gabungan mengubah strategi. Seluruh kekuatan diturunkan untuk melakukan penertiban. Namun sebelum pwenertiban dilakukan, tim dibagi menjadi empat bagian. Masing-masing tim pada waktu bersamaan bergerak memasuki Jalan Pelita I, Jalan Perjuangan, Jalan Purwo dan Jalan Pasar III.
Selanjutnya, keempat tim bertemu di persimpangan Jalan Pelita I, Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat. Sebab, persimpangan itulah yang selama ini dijadikan para pedagang sebagai pusat untuk menggelar dagangan menyusul diblokirnya 17 titik akses masuk Jalan Sutomo dan sekitarnya.
Kehadiran tim gabungan secara bersama ini membuat para pedagang kalang-kabut. Bagi yang pedagang apes, mereka tak berkutik saat tim mengangkut sayuran dan buah miliknya. Apalagi tim melakukan penyisiran ke tempat-tempat yang dijadikan lokasi penyimpanan barang milik para pedagang. Hasilnya sayuran dan buah yang masih dalam kemasan goni dan plastik diamankan.
Sekitar jam 8 pagi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meninjau kawasan Jalan Sutomo dan sekitarnya untuk melihat sejauh mana hasil penertiban yang telah dilakukan setelah genap sepuluh hari.
Eldin juga mengecek upaya pemulihan yang telah dilakukan SKPD terkait kawasan pertokoan terkumuh di Kota Medan akibat dijadikan lokasi berjualan sayuran dan buah oleh pedagang kaki lima. Eldin ingin kawasan itu ditata kembali. bsk
