|

RDP Komisi 4 Bahas Kilang Kecap Ricuh, Sikap Paul Mei Dipertanyakan, Mahasiswa: Ini Ada Apa?

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 4 DPRD Medan, berakhir ricuh, Selasa (02/06/2026). Rapat hari itu membahas dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Kilang Kecap Angsa.(foto: bsk)

INILAHMEDAN - Medan: Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 4 DPRD Medan, berakhir ricuh, Selasa (02/06/2026). Rapat hari itu membahas dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Kilang Kecap Angsa.

Kepemimpinan Ketua Komisi 4 Paul Mei Anton Simanjuntak justeru menuai protes tajam karena rapat ditutup tanpa pembacaan hasil, kesimpulan, maupun rekomendasi resmi kepada publik.

Awalnya rapat yang dihadiri Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Satpol PP, pihak perusahaan, serta perwakilan masyarakat dan mahasiswa dari Forum Mahasiswa dan Rakyat Sumatera Utara (Formara), berjalan kondusif. Berbagai keluhan warga, temuan lapangan, serta dugaan dampak pencemaran lingkungan atas pabrik kecap yang selama ini menjadi perhatian masyarakat dibahas secara terbuka. Namun suasana berubah tegang saat rapat hendak ditutup.

Formara mempertanyakan sikap Paul Mei Anton Simanjuntak karena tidak menyampaikan hasil akhir maupun rekomendasi yang menjadi tindak lanjut dari seluruh pembahasan yang telah berlangsung.

Ketidakjelasan tersebut memicu protes keras. Formara menilai Komisi 4 gagal memberikan kepastian kepada publik terkait langkah yang akan diambil terhadap persoalan yang dikeluhkan warga selama bertahun-tahun.

"Kami datang untuk mendapatkan kejelasan. Jika seluruh pihak sudah didengar, seharusnya ada kesimpulan dan rekomendasi yang disampaikan secara terbuka," ujar salah seorang perwakilan mahasiswa dalam rapat tersebut.

Namun Paul Mei tidak memenuhi permintaan perwakilan mahasiswa dan rakyat. Situasi memanas. Adu argumen terjadi.

Petugas keamanan dan aparat mencoba meredam ketegangan. Namun kritis pedas terus berulang dilontarkan perwakilan mahasiswa. Namun Komisi 4 tetap kukuh tidak mengumumkan keputusan hasil rapat ke publik.

Pola kepemimpinan Paul Mei dalam memimpin rapat menuai kritik. Narasi pun terbentuk lantaran kesimpulan rapat tidak jelas.

"Kami akan terus kawal dugaan pencemaran lingkungan ini sampai DPRD mengeluarkan rekomendasi yang dapat dipertangungjawabkan ke masyarakat. Kami ke mari cari solusi, bukan pulang membawa tanda tanya. Ada apa ini," sebut perwakilan mahasiswa usai rapat.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini