![]() |
| Gubernur Sumut Bobby Nasution mendengar keluhan korban banjir m saat kunjungan kerja di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).(foto: rizki) |
INILAHMEDAN - Tapteng: Gubernur Sumut Bobby Nasution mendengar keluhan korban banjir m saat kunjungan kerja di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Sejumlah warga mengadu ke Bobby belum menerima bantuan jatah hidup (jadup) dan hunian sementara (huntara) dari pemerintah pusat maupun Pemprov Sumut.
Merespons hal tersebut, Bobby menegaskan bahwa anggaran untuk bantuan tersebut memang sudah ada. Kini, pihaknya sedang menunggu data dari jajaran pemerintah daerah seperti di tingkat kecamatan untuk kemudian menyalurkannya.
"Untuk bantuan, itu anggarannya sudah ada, kami dari pemerintah provinsi tinggal menunggu datanya. Jadi, jangan dibilang kami tidak ngasih (menyalurkan), makanya tanya ke Pak Camat," ujar Bobby dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/05/2026).
Bobby menyampaikan itu di sela-sela peninjauan pembangunan tanggul Sungai Badiri pascabanjir.
Bobby juga menekankan pentingnya validitas data sebagai dasar penyaluran bantuan. "Itu sudah disampaikan dari Kementerian Dalam Negeri, bahwa soal bantuan perlu data yang valid. Itu datanya ada di kabupaten/kota, di mana ada beberapa daerah yang cepat menerima bantuan," ujarnya.
"Namun ada juga yang belum menerima. Kami dari provinsi terus melakukan pendampingan, seperti di Tapteng termasuk yang paling sering kami dampingi," tambahnya.
Bobby menjelaskan bahwa data korban bencana tidak mesti berdasarkan jumlah jiwa, tetapi harus memuat klasifikasi kerusakan hunian secara detail, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
"Misalnya ada yang rusak ringan dan tidak harus pindah, ada yang rusak berat dan sebagainya. Nah itu tergantung dari kepala desa, camat, dan bupati, termasuk data kerugian mebeuler (perabotan rumah tangga)," jelasnya.
Bobby menyerukan seluruh jajaran pemerintah daerah agar lebih serius dan konsisten dalam melakukan pendataan karena validasi pendataan menentukan dapat tidaknya warga menerima bantuan.
"Pesan saya untuk kepala desa, camat, dan kepala daerah, sering-sering melototin data masyarakat. Kalau bisa saat bangun tidur atau sebelum tidur. Dicek datanya, berapa yang belum dapat bantuan. Itu jadi menu harian dan alarm pagi, alarm tidur malamnya itu," tuturnya.(imc/rizki)
