|

Kelola Sampah, Pemkab Simalungun Dorong Sistem Terpadu Hingga Bank Sampah

Pemkab Simalungun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Terpadu, dan Berkelanjutan.(foto: har)

INILAHMEDAN - Simalungun: Pemkab Simalungun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Terpadu, dan Berkelanjutan.

Langkah strategis ini diambil demi merespon kompleksitas persoalan sampah yang mencakup 32 kecamatan serta 413 nagori dan kelurahan di wilayah tersebut.

Rapat Koordinasi digelar di Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara, Selasa (07/04/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun Daniel Silalahi memaparkan berbagai kondisi riil di lapangan.

Daniel mengakui bahwa pengelolaan sampah saat ini masih dihadapkan pada sejumlah kendala serius, mulai dari keterbatasan anggaran, minimnya sarana dan prasarana pendukung, hingga tantangan terbesar yaitu rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.

Daniel mengungkapkan sistem pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih bersifat terbuka juga menjadi perhatian utama yang harus segera dibenahi demi kesehatan lingkungan.

“Rakor ini merupakan tindak lanjut dari Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2026, sekaligus momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencari solusi konkret,” ujar Daniel.

Hadirnya perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup RI, Eka Jatnika Arifin, memberikan perspektif penting. Eka menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar masalah teknis, melainkan isu strategis yang membutuhkan kolaborasi menyeluruh.

Menurutnya, kunci perubahan terletak pada pergeseran paradigma, dari yang semula hanya fokus membuang dan menumpuk, beralih menjadi mengelola sejak dari sumbernya melalui pengurangan, pemilahan, dan pengolahan.

"Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu. Peran aktif masyarakat menjadi kunci, termasuk dalam mendorong ekonomi sirkular,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora mengatakan Pemkab Simalungun menargetkan terjadinya transformasi besar, yaitu perubahan sistem pengelolaan di TPA menuju sistem sanitary landfill yang lebih sehat dan modern.

Salah satu langkah konkret yang didorong, kata dia, membentuk dan mengaktifkan Bank Sampah di setiap nagori dan kelurahan.

“Kami mengajak kerja sama lintas sektoral, dimulai dari pimpinan perangkat daerah, camat, pangulu, dan lurah harus menjadi motor penggerak dalam membangun kesadaran masyarakat,” tegas Sekda.(imc/har)

Komentar

Berita Terkini