![]() |
| Anggota DPRD Medan Andreas Pandapotan Purba (APP) menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah No 07 Tahun 2024 Pengelolaan Sampah di dua lokasi, Sabtu (18/04/2026).(foto: bsk) |
INILAHMEDAN - Medan:Anggota DPRD Medan Andreas Pandapotan Purba (APP) menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah No 07 Tahun 2024 Pengelolaan Sampah di dua lokasi, Sabtu (18/04/2026).
Lokasi pertama digelar di Jalan Pelita 5 Lingkungan 1 & 2, Kelurahan Sidorame Barat 1, Kecamatan Medan Perjuangan. Ratusan warga terlihat antusias menghadiri kegiatan tersebut.
Andreas juga menyikapi beberapa usulan terkait persoalan sampah. Salah satunya minimnya pengadaan tempat sampah di lingkungan mereka untuk mengantisipasi membuang sampah sembarangan.
“Kami berharap disediakan tempat sampah di setiap rumah. Ketiadaan tempat sampah memicu terjadinya buang sampah sembarangan," ungkap Lamhot Ernawati.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya. Dia menyarankan Pemko Medan menyediakan tempat sampah di lokasi-lokasi tertentu yang rawan dmenjadi tempat pembuangan sampah sembarangan.
“Ada di beberapa titik rawan pembuangan sampah sembarangan. Jadi perlulah disediakan tempat sampah. Apalagi banyak warga luar yang melintas sering membuang sampah sembarangan," papar boru Simanjuntak.
Menanggapi hal itu, Andreas Pandapotan Purba meminta masyarakat dapat bekerja sama dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah.
"Mari kita mulai mengelola sampah dengan baik, dimulai dari sampah rumah tangga," harap Andreas.
Andreas Purba juga mengajak warga berperan aktif dalam melaksanakan gotong-royong
Sosialisasi kedua dilaksanakan di Jalan Alumunium 4 Lingkungan 20 Kelurahan Tj Mulia Kecamatan Medan Deli. Di sana Andreas Purba juga mendorong warga melakukan kegiatan gotong royong di setiap lingkungan masing-masing.
“Kita harapkan seluruh masyarakat turut serta gotong-royong dari kelurahan yang dilaksanakan setiap pekan,” ajak Andreas.
Menurut Andreas, kegiatan gotong royong merupakan warisan nenek moyang yang perlu terus dipertahankan. Dengan begitu, masyarakat berkontribusi menjaga kebersihan lingkungannya.
“Melalui gotong-royong akan tumbuh rasa tanggung jawab menciptakan kebersihan di wilayah masing-masing. Membersihkan parit dari lumpur dan sampah maka air mengalir dengan sempurna,” sebut Andreas.
Andreas juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke parit atau sungai karena berdampak macetnya saluran air sehingga memicu banjir.(imc/bsk)
