-->
    |

Pimpin Perkedwi Sumut, Prof Farhat Ajak para Dokter 'Incar' WNA

Prof Dr dr Farhat MKed (ORL-HNS) terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (Perkedwi) Sumatera Utara (Sumut) periode 2021-2024, dalam musyawarah cabang di Medan Club, Rabu (03/11/2021).(foto: Fatimah) 


INILAHMEDAN - Medan: Prof Dr dr Farhat MKed (ORL-HNS) terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (Perkedwi) Sumatera Utara (Sumut) periode 2021-2024, dalam musyawarah cabang di Medan Club, Rabu (03/11/2021).

Perkedwi merupakan satu-satunya Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan di Indonesia yang bernaung di bawah organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dijiwai oleh Sumpah Dokter Indonesia dan mematuhi Kode Etik Kedokteran Indonesia.

Prof Farhat menuturkan, terbentuknya Perkedwi bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas dokter dalam kegiatan pelayanan kesehatan yang dikembangkan bersama dengan wisata Indonesia.

"Pengembangan kesehatan tersebut berdasarkan ilmu pengetahuan kedokteran berbasis wisata seperti wisata pelayanan medis Indonesia, wisata kebugaran, estetika, anti penuaan, herbal Indonesia, wisata kesehatan olahraga Indonesia, dan wisata kesehatan ilmu kedokteran Indonesia," jelas Prof. Farhat kepada wartawan, Kamis (04/11/2021).

Menurutnya lagi, perhimpunan ini didirikan sebagai upaya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kedokteran wisata kesehatan. Selain itu, juga meningkatkan kualitas keselamatan pasien untuk mewujudkan kulitas hidup yang baik.

"Jadi, Perkedwi ini mengkombinasikan pelayanan kedokteran dengan wisata, diharapkan dapat meningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Kita juga mengharapkan bahwa dengan adanya kegiatan Perkedwi dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia dan promosi wisata Indonesia di mata dunia," imbuhnya.

Disebutkannya juga, Perkedwi Sumut ke depan akan membuat satu kegiatan terpadu antara bidang kesehatan dan pariwisata, misalnya medical tourism.

"Jadi bagaimana kawan-kawan di bidang kesehatan ini, bisa membuat masyarakat tidak berobat ke luar negeri untuk berobat. Contohnya, berobat diintegrasikan dengan berwisata ke Danau Toba atau lokasi wisata lainnya," ungkapnya.

Selain mengajak pasien dalam negeri, lanjutnya, para dokter Indonesia juga harus mengincar warga negara asing (WNA) atau masyarakat yang berada di luar negeri agar mau berobat ke Indonesia khususnya di Sumut.

"Bagaimana orang-orang di luar negeri mau datang berobat ke Kota Medan yang digabungkan dengan pariwisata di Sumut. Di luar negeri seperti itu, misalkan berobat ke Penang, sekaligus bisa jalan-jalan," tuturnya.

Menurutnya, layanan kesehatan dengan destinasi wisata nantinya akan terintegrasi. Misalkan orang Singapura berobat ke Medan, maka bisa sambil berwisata, dengan biaya lebih murah.

"Jadi terintegrated antara layanan kesehatan dengan destinasi wisata," tutupnya.

Dalam Muscab kemarin, hadir juga Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia Dr. Mukti Eka Rahadian, MARS, MPH dan lainnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Medan dr. Wijaya Juwarna SpTHT-KL mengucapkan selamat kepada Prof Farhat. (imc/fat)

Komentar

Berita Terkini