-->
    |

Reaksi Puluhan Warga ke Antonius Tumanggor Soal Penataan Lingkungan di Usaha Botot

Perwakilan warga Lingkungan 9 Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat menyampaikan ucapan terima kasih secara resmi kepada anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor didampingi Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis karena merespon keluhan warga dalam melakukan penataan lingkungan di usaha penampungan barang bekas (botot). (foto: bsk) 


INILAHMEDAN - Medan: Puluhan warga Lingkungan 9 Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor yang begitu responsif dalam menyahuti keluhan mereka. 

"Beliau begitu cepat merespon keluhan kami dalam melakukan penataan lingkungan, khususnya di lingkungan 9," kata Lestari Silaban selaku perwakilan warga Lingkungan 9 pada kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah No 4 Tahun 2012 tentang sistem kesehatan Kota Medan yang dilaksanakan Antonius Devolis Tumanggor di Jalan Karya Mesjid Gang Tapanuli Kel Sei Agul Kecamatan Medan Barat, Sabtu (26/06/2021). 

Sebagaimana diketahui, puluhan tahun warga Lingkungan 9 mengeluhkan tumpatnya drainase di seputaran usaha penampungan barang bekas (botot) di kawasan itu. Melalui Antonius Devolis Tumanggor selaku wakil rakyat, warga bermohon agar keluhan mereka diteruskan ke pihak Pemko Medan dalam hal ini Kecamatan Medan Barat dan Dinas Pekerjaan Umum. 

"Permohonan yang kami ajukan pada Januari 2021 soal penataan lingkungan di usaha botot itu akhirnya terealisasi. Itu artinya Bapak Antonius selaku putra daerah Sei Agul benar-benar memperjuangkan penataan lingkungan di tempat kelahirannya. Kami bangga kerja keras beliau yang sudah berusaha keras menyelesaikan keluhan kami. Semoga beliau dapat terus berkarya untuk periode selanjutnya," kata Lestari Silaban dan spontan mendapat aplaus dari ratusan peserta sosialisasi Perda tersebut. 

Lestari Silaban juga menyerahkan dokumen ucapan terima kasih warga lingkungan 9 kepada Antonius Tumanggor yang disaksikan Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis yang hadir pada sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2012 tersebut. 

Lestari Silaban juga membeberkan adanya upaya perlawanan dari pengusaha botot (pengumpulan barang bekas) dengan meminta dukungan tanda tangan warga agar warga berpihak kepadanya. 

"Tapi seluruh warga menolak. Karena warga lebih menginginkan adanya penataan lingkungan di daerahnya, khususnya di usaha botot itu yang menjadi salah satu sumber kemacatan," beber Lestari Silaban. 

Lestari Silaban juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution yang juga sangat respon dalam menyahuti keluhan warga. 

"Kita tahu, Wali Kota begitu serius mengurusi Medan, seperti menata kota, mengatasi banjir, kemacetan, sampah dan lainnya," kata Lestari Silaban. 

Sementara itu, Antonius Tumanggor menegaskan penataan lingkungan merupakan program Wali Kota Medan. 

"Intinya kita bukan untuk menutup usaha botot, tapi didasari penataan lingkungan sebagaimana permohonan warga. Wali Kota juga direncanakan akan turun ke Lingkungan 9 untuk melakukan tatap muka dengan warga sekaligus menampung aspirasi mereka," kata politisi Partai NasDem Kota Medan ini. 

Pada Sosialisasi Perda No 4 tahun 2012 itu terlihat cukup interaktif dan berjalan dua arah. Para narasumber mencoba menjelaskan pertanyaan warga berkaitan dengan sistem kesehatan di Kota Medan. Termasuk juga dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. (imc/bsk) 







Komentar

Berita Terkini