-->
    |

Komisi II Minta RSU Pirngadi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat


INILAHMEDAN - Medan: Komisi II DPRD Medan memanggil Direktur Utama RSUD Pirngadi Medan bersama Dinas Sosial, Dinas Ketapang dan Dinas Kesehatan, Selasa (08/06/2021). 

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Sudari dan dihadiri Sekretaris Komisi Dhiyaul Hayati dan anggota Komisi Haris Kelana Damanik. 

Sudari mempertanyakan program kerja RSUD Pirngadi Medan yang dinilai sudah mendekati maksimal namun masih perlu peningkatan kualitas dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Sudari, image rumah sakit miliki Pemko Medan itu masih kurang baik di tengah masyarakat. 

Sementara itu, Haris Kelana Damanik mempertanyakan tentang pelayanan untuk pasien unregister bagi pasien yang tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan ataupun warga miskin di Kota Medan. Diterangkan wakil rakyat dari Dapil II kota Medan ini, dia ada mendapat laporan di mana ada keluarga pasien yang dimintai sejumlah uang sebagai jaminan yakni sebesar Rp18 juta. Sementara pasien adalah orang susah. 

Politisi dari partai Gerindra Kota Medan inipun meminta agar persyaratan unregister dapat dipampangkan kepada masyarakat umum agar dapat mengetahui.

"Apalagi program unregister milik RSUD Pirngadi Medan ini masih kurang banyak warga yang mengetahuinya, kecuali program BPJS Kesehatan," ujarnya.

Menjawab pertanyaan wakil rakyat Dirut RSU Pirngadi Medan Suryadi Panjaitan mengaku untuk pelayanan di rumah sakit yang dipimpinnya masih berjalan maksimal meskipun masih ada hal-hal yang belum mampu mereka selesaikan. Apalagi menyangkut pelayanan Kesehatan masyarakat tentunya, tambah Suryadi Panjaitan, pastilah masih ada kekurangan.

"Sesuai dengan Perwal No 45 Tahun 2020 tentang tata cara pembayaran klaim pelayanan kesehatan kepada RSU Pirngadi Medan terhadap pasien yang belum terdaftar kepesertaan di badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan, hanya dapat dilakukan oleh rumah sakit Pirngadi Medan. Kita sering temukan bahwa pada awalnya pasien terdaftar umum, namun tiba-tiba saja dimohonkan lagi menjadi pasien unregister. Itulah yang sering menjadi kendala," ujar Suryadi.(imc/bsk) 


Komentar

Berita Terkini