-->
    |

Singgung PAW, Wakil Ketua PAN Medan: Tindakan Dua Legislator Memalukan

Wakil Ketua PAN Medan Masrizal

INILAHMEDAN - Medan: Wakil Ketua DPD PAN Kota Medan Masrizal menilai tindakan dua anggota DPRD Medan asal PAN mencoreng citra partai dan perlu diambil tindakan tegas sesuai mekanisme partai.

"Kedua oknum dewan itu sudah mencoreng citra partai. Jadi Ketua PAN Medan Bahrumsyah perlu mengambil tindakan tegas sesuai AD/ART partai," kata Masrizal kepada wartawan di Medan, Kamis (30/07/2020).

Sebelumnya dua anggota Fraksi PAN DPRD Medan berinisial ES dan ARN sempat menjadi sorotan. ES misalnya, dia menggunakan stempel lembaga legislatif diduga palsu dengan menyurati Satpol PP Medan agar menunda pembongkaran rumah warga di Jalan Mangkubumi. Sementara ARN diduga melakukan pemecahan kaca pintu Hotel Novotel Soechi dan berbicara kasar saat kunjungan kerjanya padal 16 Juni 2020.

"Jika tindakan keduanya terindikasi melanggar hukum sebaiknya dilakukan pergantian antar waktu (PAW)," kata Masrizal.

Masrizal juga meminta Ketua DPRD Medan Hasyim mengambil langkah tegas sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Medan. Demikian juga halnya dengan Badan Kehormatan DPRD Medan.

"Mereka berhak memanggil oknum dewan tersebut dan mempertanyakan masalah dugaan memalsukan stempel dan diduga melakukan perusakan pintu kaca hotel beberapa waktu lalu. Ini tidak boleh didiamkan saja. Bisa saja kejadian serupa akan terjadi lagi ke depannya. Ini sangat memalukan," tegas Masrizal yang mengetahui kasus tersebut di media.

Seharusnya, kata Masrizal, PAN pada periode kali ini yang berhasil menaikan jumlah kursi di DPRD Medan dari empat kursi pada periode sebelumnya menjadi enam kursi, harusnya tetap mampu mempertahankan citra positif partauli yang mulai terbangun di tengah-tengah masyarakat.

"Namun dengan adanya kejadian yang diperbuat oleh dua oknum tersebut, justeru melahirkan preseden buruk bagi PAN Kota Medan. Kita yang juga pendiri partai jelas tidak terima itu," tegasnya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan kedua oknum tersebut sebagai bentuk arogansi jabatan karena dipilih masyarakat sebagai anggota dewan.

"Saya khawatir yang dilakukan kedua oknum tersebut apakah karena memang ketidakmengertian atau memang sudah sikap bawaannya seperti itu, tidak tahu juga. Tapi sikap mereka sangat mengkhawatirkan," cetusnya.

Diduga memalsukan stempel meski dengan dalih membela orang lemah, itu sikap yang tidak dibenarkan. Secara hukum juga salah.

"Demikian juga dengan oknum yang mengeluarkan kata-kata kasar, memaki-maki saat kunjungan kerja, apakah ini menggambarkan sikap seorang anggota dewan yang terhormat? Saya pikir tidak," ujarnya bernada kecewa.(imc/bsk)
Komentar

Berita Terkini