-->
    |

Kurang Minum Sebabkan Gangguan Ginjal


INILAHMEDAN - Medan: Salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan saat ini adalah gagal ginjal kronik.

Hal itu dikatakan dr Eny Muhartiyanti Manurung, Selasa (16/06/2020) melalui whatsapp kepada wartawan.

"Menurut laporan studi epidemiologi klinik di Indonesia gagal ginjal kronik menempati urutan pertama dari semua penyakit ginjal khususnya bidang nefrotik," ujar dokter yang bertugas di Puskesmas Aek Ledong Kabupaten Asahan ini.

Menurutnya, apabila ginjal ini sampai tidak berfungsi sebagaimana seharusnya, zat-zat beracun yang merupakan produk kotor dari proses metabolisme pun bisa menumpuk di dalam tubuh.

Berdasarkan data Indonesian Renal Registry (2015), menurut World Health Organization (WHO) angka kejadian gagal ginjal di dunia secara global lebih dari 500 juta orang dan yang harus hidup dengan menjalani hemodialisis sekitar 1,5 juta orang.

Sedangkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2014, penderita gagal ginjal kronik berjumlah 2608 jiwa. Hasil Riskesdas (2018), jumlah penderita gagal ginjal kronis meningkat seiring dengan bertambahnya umur, meningkat tajam pada kelompok umur 35-44 tahun (0,33%), diikuti umur 45-54 tahun (0,56%), dan umur 55- 64 tahun (0,72%), tertinggi pada kelompok umur 65-74 tahun (0,82%).

"Kondisi gagal ginjal bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) atau sebagai bagian dari proses yang panjang (kronis). Penderita gagal ginjal biasanya perlu Hemodialisa pengobatan cuci darah dan cangkok ginjal untuk bisa terus melanjutkan hidup," jelasnya.

Hemodialisa sebagai prosedur berbiaya tinggi menjadi yang terbanyak dimanfaatkan oleh Peserta JKN/ BPJS Kesehatan. Jumlah Peserta yang memanfaatkan pelayanan hemodialisa naik setiap tahun, bahkan selama lima tahun naik dua kali lipat.

"Banyak penderita tidak mengetahui atau merasakan gejala-gejala gagal ginjal sampai 90 persen dari fungsi ginjal mereka sudah hilang," ujarnya.

Dilanjutkannya, beberapa hal mungkin dianggap sepele Dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh yang disebabkan oleh kurang minum tampaknya memang sepele dan banyak orang mungkin sering mengalaminya sehari-hari.
Mengontrol tekanan darah mengurangi garam, gaya hidup malas bergerak, minuman penambah energi, soda, alkohol,

"Obat obatan tanpa berkonsultasi dengan dokter juga disinyalir bisa menyebabkan masalah gagal ginjal," bilangnya.

Karena itu, Eny menyarankan bagi siapa saja untuk mencukupi kebutuhan minum 8-10 gelas atau dua liter per hari.

Dijelaskannya lagi, adapaun beberapa gejala ginjal anda mulai bermasalah anda merasakan nyeri punggung, aroma urine yang sangat menyengat, urine cenderung berubah warna menjadi lebih keruh dari biasanya Selain itu, kebiasaan buang air kecil juga mengalami perubahan, bisa jadi lebih sering atau jarang membuang air kecil. (imc/fat)
Komentar

Berita Terkini