-->
    |

Cepat Ungkap Kasus Bom Bunuh Diri, Polri Watch Apresiasi Poldasu

Ketua Polri Watch Ikhwaluddin Simatupang

INILAHMEDAN - Medan: Ketua Polri Watch Ikhwaluddin mengapresiasi Kapolda Sumut dan jajaran dalam melakukan pengungkapan secara cepat kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

"Polri cukup cerdas, pintar dan profesional mengungkap identitas pelaku, domisili keluarga dan domisili terakhirnya hanya dalam waktu singkat dengan berkoordinasi kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Aparatur Pemerintah Kota Medan," ujar Ikhwaludin Simatupang di Medan, Minggu (17/11/2019).

Ia mengatakan keberhasilan Polda Sumut dalam mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri dalam waktu cepat telah mengembalikan rasa aman dan nyaman di masyarakat. Peran tokoh masyarakat dan agama juga sangat penting untuk tetap mengingatkan masayarakat/ummat bahwa tidak ada satu agama pun yang membenarkan tindakan melukai diri sendiri atau orang lain.

Mengenai telah diperiksanya beberapa orang dalam kasus bom Polrestabes Medan, Ikhwaluddin yakin pihak kepolisian akan menjalankan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Saya yakin dalam mengungkap kasus Bom Polrestabes Medan, POLRI akan menghormati hak-hak orang yang diperiksa. Kerjsama dari seluruh masyarakat khususnya masyarakat yang dimintai keterangannya tentang apa yang ia lihat, ia dengar dan ia ketahui dalam peristiwa bom Mapolrestabes Medan tentu diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tukasnya.

Kata praktisi hukum muda ini, teror bom di Mapolrestabes Medan pada Rabu kemarin tidak dapat dituduhkan karena kelalaian aparatur penegak hukum ataupun badan-badan intelejen negara.

Menurutnya, selaku 'aktor intelektual' telah memilih saat yang tepat dimana Polrestabes Medan sedang melayani pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang menjadikan polisi sebagai pelayan masyarakat 'welcome' terhadap masyarakat yang datang.

"Berulang kalinya terjadi aksi bom bunuh diri di Indonesia dapat dicegah apabila masyarakat lebih peduli terhadap keluarga dan lingkungan sekitarnya," ungkapnya.

Namun begitu, ia juga menyebut sangat mungkin para pelaku bom bunuh diri itu adalah orang-orang yang dalam kondisi tertentu sangat membutuhkan kepedulian keluarga atau masyarakat sekitar untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

"Akan tetapi, keluarga dan masyarakat sekitar apatis sehingga bila ada orang lain perduli terhadap dirinya, orang tersebut sangat berjasa bagi dirinya," tuturnya. 

Ia mengungkapkan para pelaku bom bunuh diri kebanyakan bukan penduduk asli di suatu lokasi yang menjadi domisili terakhir tempat tinggalnya.

Oleh sebab itu, sepatutnya ruang gerak para pelaku bom bunuh diri dapat dibatasi apabila pemilik-pemilik rumah kontrakan/kos yang dihuni penyewa silih berganti selalu memperhatikan secara langsung rumah kontrakan/kos yang disewakannya.

"Kepala Lingkungan (RT/RW) juga harus sering turun ke masyarakat berbaur untuk memperoleh informasi keadaan-keadaan yang mencurigakan di masyarakat," tukasnya (imc/zoy)

Komentar

Berita Terkini