INILAHLAHMEDAN - Jakarta: Aparat TNI-Polri mengevakuasi sebanyak 400 massa mahasiswa yang terjebak di tengah massa perusuh pada demonstrasi di DPR RI, Senin (01/10/2019) malam.
Terjebaknya ratusan mahasiswa mengindikasikan bahwa niat baik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi ternyata masih dimanfaatkan para perusuh untuk mencari keuntungan.
Evakuasi massa mahasiswa atas perintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) Jakarta Letkol Ahmad Hadi Al-Hasni.
Atas perintah Panglima TNI tersebut, satuan Marinir segera menyiapkan delapan truk untuk mengevakuasi para mahasiswa agar segera dapat keluar dari area kerusuhan dan diangkut ke kampus masing-masing.
Unjuk rasa mahasiswa pada beberapa hari terakhir terus bergulir. Diperkirakan para mahasiswa berasal dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah, Universitas Nasional, Universitas Pamulang dan Universitas Padjajaran.
Akibat terjebak di tengah massa yang melempari petugas pengamanan, sekitar pukul 22.00 WIB berkumpul di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI Angkatan Laut RE Martadinata Jalan Farmasi No 1, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Dalam keputusasaan, ratusan mahasiswa seperti mendapat angin segar ketika mengetahui setelah Danyonmarhanlan dan Kombes Pol Hary Kurniawan (Kapolresta Jakarta Pusat) melakukan negosiasi dengan perwakilan mahasiswa yang terjebak.
Pada pukul 23:00 WIB para mahasiswa tersebut akhirnya bersedia diangkut dan diantar ke kampus masing-masing.
Evakuasi itu bukti soliditas TNI-Polri di tingkat bawah. Dalam perjalanan pulang, para mahasiswa melihat kerusakan aksi anarkis para perusuh yang menunggangi aksi damai mereka. (rel/zoy)
