-->
    |

Heboh Virus Kolera Babi, Hasyim dan Pengamat Sosial Sarankan Ini

I
Ketua DPRD Medan Hasyim dan pengamat sosial Boydo Panjaitan
INILAHMEDAN - Medan: Ketua DPRD Medan Hasyim meminta pemerintah kota (pemko) membentuk tim untuk mengantisipasi mewabahnya virus kolera babi. Tim ini harus turun ke lokasi-lokasi peternakan babi apakah virus itu sudah terjangkit di Kota Medan.

"Tim harus secepatnya dibentuk," kata Hasyim di Medan, Rabu (30/10/2019).
Seperti yang dilansir media, tujuh kabupaten di Sumut sudah terpapar virus kolera babi. 

"Kita khawatir virus ini masuk Medan," katanya.

Pemko Medan dalam hal ini Dinas Kesehatan, kata Hasyim, perlu secepatnya berkoordinasi dengan PD Rumah Potong Hewan (RPH) apakah virus ini sudah menjangkiti hewan babi di perternakan milik warga. 

"Pemko jangan menunggu ada wabah dan jatuh korban lalu kemudian turun ke lokasi peternakan. Pemko perlu memberikan keterangan apakah virus itu sudah masuk Medan atau tidak," katanya.

Hasyim menambahkan jika ada temuan hewan yang sudah terjangkit agar secepatnya dimusnahkan. Kalau yang belum terjangkit diberi suntikan vaksin agar tidak tertular.

"Bagi warga yang hewannya ikut dimusnahkan agar diberi ganti rugi oleh pemerintah agar peternak tidak terlalu rugi," katanya.

Sementara pengamat sosial Boydo Panjaitan mengatakan Pemko Medan perlu melakukan inisiatif preventif dalam memgantisipasi mewabahnya virus kolera babi di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.

"Pemko jangan kalah cepat dengan berita hoaks (berita bohong) yang sengaja mendramatisir kondisi Medan sudah KLB  (kondisi luar biasa) virus kolera babi," kata Bendahara PDIP Medan ini di Medan, Rabu (30/10/2019).

Kata Boydo, bukan tidak mungkin berita bohong tersebut cepat meluas di media-media sosial karena bisa membuat masyarakat resah. (imc/bsk)


Komentar

Berita Terkini