|

Usai Nyoblos di TPS, Seorang Warga Mendadak Meninggal


INILAHMEDAN - Medan: Rajo Aman Siregar (60) meninggal dunia usai menggunakan hak suaranya pada Pilgub Sumut di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Jalan Pelita II, Kelurahan Sidorame Barat II, kecamatan Medan Perjuangan, Rabu (27/06/2018). Warga yang berada di lokasi TPS itu mendadak heboh.

Menurut salah seorang warga, Ibrahim, pagi itu sekitar pukul 08.00 WIB, Rajo Aman Siregar datang dari rumahnya di Kecamatan Medan Tembung ke TPS 3 Jalan Pelita II untuk mencoblos.

"Waktu dia datang, dia sempat menyapa saya. Kami punya nostalgia," ujar Ibrahim.

Usai mencoblos, Rajo duduk-duduk di warung yang berada persis di depan TPS 3. Namun beberapa menit kemudian, Rajo menyandarkan kepalanya di meja dan merosot ke bawah dari tempat duduknya di bangku panjang.

"Setelah mencoblos dia duduk di warung dan salaman sama Ibrahim. Kutanya darimana bang, katanya dari rumah. Sekitar 2 menit duduk, kepalanya nyandar ke meja dan merosot ke bawah. Kami terkejut dan coba menarik kakinya untuk didudukkan. Waktu itu baru jam 09.30 WIB," kata Hutapea yang saat kejadian sama-sama duduk di bangku panjang tempat dimana Rajo duduk.

Melihat kondisi Rajo yang tidak sadarkan diri, beberapa warga mjencoba memijat kaki dan tangannya yang sudah mulai pucat.

"Sebentar saja kaki dan tangannya berubah pucat dan kakinya dingin," timpal warga lainnya.

Menurut warga, Rajo sebelumnya merupakan warga Sidorame Barat I dan baru sekitar dua tahun pindah ke kawasan Tembung. Namun Rajo masih memilih di tempat tinggalnya yang lama di Jalan Pelita II tidak jauh dari TPS tempatnya memilih.

Melihat kondisi Rajo, beberapa warga memanggil seorang dokter yang rumahnya tidak jauh dari TPS. Sementara Warga lainnya menghubungi keluarga korban.

"Setelah diperiksa, dokter bilang sudah meninggal," kata Hutapea.

Beberapa warga kemudian menaikkan jasad Rajo ke mobil salah seorang warga setempat untuk dibawa ke rumah duka.

"Karena kata dokter a=sudah meninggal, untuk apalah dibawa lagi ke rumah sakit. Anaknya si Evi juga sudah datang," ujar Hutapea.

Sementara Evi mengaku mendapat telepon dari ibunya dan diminta melihat ayahnya yang pingsan.

"Waktu saya mau berangkat ke TPS,saya ditelepon mamak agar saya cepat ke mari karena ayah pingsan," ujar Evi.

Sesampainya di warung, Evi melihat ayahnya sudah meninggal. "Kata dokter juga ayah sudah meninggal. Jadi untuk apa dibawa ke rumah sakit. Langsung dibawa ke rumah di Tembung," tutur Evi dengan raut wajah sedih.

Evi mengaku kalau ayahnya ada sakit jantung dan darah tinggi. "Ayah memang ada sakit jantung dan darah tinggi, gak pernah seperti ini. Ke mana ayah pergi tetap bawa obat. Mungkin jantungnya atau darah tingginya naik," tutur Evi.

Kata Evi, mereka sudah menyiapkan rencana dan kejutan besok buat ayahnya. "Besok ayah ulang tahun ke 60 dan kami udah rencana buat kejutan. Tapi hari ini ayah sudah pergi duluan," ucapnya sambil menangis. (imc/fat)

Komentar

Berita Terkini