|

Sumut-RRT Tingkatkan Kerja Sama Bisnis

Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung pada acara jamuan makan malam bersama Konsul Jenderal RRT Sun Ang dan para pengusaha dari Sumut dan Tiongkok di Grand Aston Hotel Sabtu malam (19/05/2018). (foto: ist)


INILAHMEDAN - Medan: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang termasuk bisnis seperti yang disepakati Pesiden RI Joko Widodo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

"Saat ini ada 13 perusahaan RRT yang berinvestasi di Sumut. Ke depannya bisa lebih banyak lagi dan termasuk kerja sama di bidang lain," kata Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung pada acara jamuan makan malam bersama Konsul Jenderal RRT Mr Sun Ang, Sabtu malam (19/05/2018) di Grand Aston Hotel.

Menurut Nurhajizah, 13 perusahaan RRT itu antara lain China Harbour Engineering Co Ltd yang berinvestasi pada proyek jalan Tol Medan-Bandara Kualanamu. Shanghai Electric Power Construction Co Ltd yang berinvestasi pada proyek pembangkit listrik 2x150 di Kawasan Industri Medan. Serta Guangdong Power Engineering yang menanamkan modalnya di proyek pembangkit listrik Pangkalan Susu tahap pertama 2x150 MW.

"Kerja sama antara RRT dan Sumut diharapkan semakin meningkat sejalan dengan semakin membaiknya hubungan Indonesia dan RRT," ujar Nurhajizah.

Bukan hanya di sektor investasi, kerja sama Sumut-RRT juga diharapkan semakin meningkat di bidang perdagangan dan pendidikan. "Pemprov Sumut berharap dapat mempererat kerja sama 'satu sabuk satu jalur dalam program koridor ekonomi komprehensif regional' yang sudah dijalani selama ini," kata Nurhajizah.

Dikatakannya, hubungan erat Sumut dan RRT ditandai antara lain dengan terbentuknya provinsi bersaudara yakni Sumut dan Guangdong. Pemprov Sumut berkomitmen tinggi terus berupaya meningkatkan iklim investasi yang bersahabat dan itu diharapkan dimanfaatkan RRT dan negara lainnya.

Konjen RRT di Medan Sun Ang mengatakan tahun 2018 merupakan peringatan ke 40 Reformasi Tiongkok. Perkembangan ekonomi Tiongkok terus membaik di mana dalam tiga dekade mencapai 7,1 persen.

Pada 2017, PDRB Tiongkok sudah mencapai 82 triliun RMB. "Hubungan RRT dan Indonesia sendiri terus membaik apalagi Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden RI Joko Widodo terus berupaya menumbuhkan kerja sama yang baik dalam segala bidang," katanya.

Dia menyebutkan, selama tujuh tahun berturut-turut Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Pada kuartal I 2018, volume perdagangan bilateral meningkat 28 persen dan Tiongkok tercatat merupakan sumber investasi asing utama di Indonesia. (imc/bsk)


Komentar

Berita Terkini