|

Langkahnya Kaku Mendengar Lagu Tangiang Ni Dainang, Sihar: Saya Teringat Ibu


INILAHMEDAN - Batubara: Langkah Sihar Sitorus mendadak kaku saat menuju tenda yang disesaki warga. Beberapa saat kemudian, Sihar berjalan pelan. Di depannya, orang-orang terlihat tengah menyambutnya. Penggalan lagu berjudul 'Tangiang Ni Dainang' makin terdengar jelas. 

"Lagu ini mengingatkan saya tentang sosok seorang ibu," ujar Sihar Sitorus yang kehadirannya memang disambut dengan lagu ciptaan Tagor Tampubolon oleh warga Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Rabu (28/02/2018).

Lagu itu mengisahkan doa seorang ibu kepada anaknya. Ternyata ini yang membuat langkah calon Wakil Gubernur Sumut ini terhenti sejenak. Namun Sihar berusaha menahan diri agar tak larut dalam perasaan akan kerinduan seorang anak terhadap ibunya.

"Saya langsung teringat ibu mendengar lagu ini," kata Sihar yang kehadirannya langsung dirangkul seorang wanita paruh baya dan beberapa wanita paruh baya lainnya.

Kehadiran Sihar di sana untuk memenuhi undangan warga yang menyatakan dukungan terhadapnya dan Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023.

Dukungan yang diberikan masyarakat Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, membuat Sihar terharu. Tak hanya warga Batubara saja, warga lainnya seperti warga Porsea, Toba Samosir, Balige dan lainnya juga hadir memberi dukungan. Mereka juga ingin melihat Sihar secara langsung. Dukungan ini sebagai bentuk kepercayaan warga kepada Sihar untuk turut serta membangun dan memajukan Sumut lebih baik dan berwibawa.

Di penghujung pertemuan, pria yang kerap menggenakan kacamata ini mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suaranya pada Pilkada Serentak 2018 mendatang.

"Kita semua pasti ingin yang lebih baik. Gunakanlah hak suara kita semua, tentukan pilihan untuk Sumut lima tahun ke depan. Kalau dukungan itu dipercayakan kepada Djoss, kami siap mengemban kepercayaan itu," tegas Sihar yang disambut tepuk tangan dan teriakan Djoss.

Saat akan beranjak pergi, warga tak kuasa melepas langkah Sihar. Namun warga harus melepasnya dengan harapan kembali lagi dengan status yang sudah definitif sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara. Satu persatu warga menyalami Sihar dan juga mengajaknya poto bersama.

Lagu Tangiang Ni Dainang kembali dinyanyikan. Sihar mencoba menahan perasaan sambil memasuki mobilnya. Lagu itu akhirnya terdengar sayup-sayup:

Tangiang ni dainang i namaparorot tondiki.
Manang di dia peau-manang di dia pe au.
Tontong diramoti.

Nang sipata salah au, tartutuk au dilangkahi.
Diboanho di tagiangmu-diboanho ditagiangmu.
Inanghu naburju.

Reff...

Hudai natonggi dipargoluonon.
Upah ni lojami humongkop gellengmon.

(bsk)




Komentar

Berita Terkini