|

Pelayanan Kesehatan Belum Maksimal, Ini Alasan Dirut RS Pirngadi

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Pirngadi Medan Edwin Effendi memaparkan kondisi pelayanan kesehatan masyarakat kepada jajaran Komisi B DPRD Medan saat kunker ke rumah sakit itu, Senin (07/08/2017). (foto: ist)

INILAHMEDAN - Medan: Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Pirngadi Medan Edwin Effendi mengakui pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya belum maksimal. Dia beralasan itu terjadi lantaran minimnya peralatan medis.

"Bahkan yang ada saat ini (peralatan medis-red) kondisinya sudah pada tua," beber Edwin Effendi kepada anggota Komisi B DPRD Medan yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke rumah sakit itu, Senin (07/08/2017).

Kendala lain yang menyebabkan pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan itu, kata Edwin, karena keterbatasan ketersediaan obat-obatan.

"Saya berharap kepada Komisi B untuk memperhatikan persoalan ketersediaan peralatan kesehatan dan obat-obatan," harapnya.

Dijelaskan Edwin, pihaknya saat ini kekurangan alat medik untuk penyakit dalam, kebidanan dan penyakit anak. Apalagi keberadaan alat-alat kesehatan tersebut perlu terus pemutakhiran untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan masyarakat.

Untuk menyiasati pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, kata dia, pihaknya melakukan rujukan parsial ke rumah sakit swasta yang memiliki alat kesehatan yang lebih lengkap.

"Rujukan parsial ini membuat pendapatan kita (Pirngadi-red) berkurang," sebutnya.

Menurut dia, kekurangan alat medik sangat berpengaruh dalam upaya Pirngadi memperoleh target pendapatan sebesar Rp206 miliar pada 2017. Namun hingga Juni 2017 pendapatan BLUD itu baru sebesar 37 persen.

Edwin membeberkan, sumber pendapatan dominan RS Pirngadi Medan diperoleh dari kerja sama dengan BPJS. "Hampir 80 persen pendapatan kami ditopang BPJS. Namun dengan kondisi alat medik yang tidak memadai membuat banyak dana kita tersedot untuk biaya pemeliharaan alat medik," katanya.

Untuk biaya pemutakhiran alat-alat medik, kata Edwin, RS Pirngadi Medan butuh Rp70 miliar.

Menyikapi keluhan Edwin, Ketua Komisi B Maruli Tua Tarigan serta anggota komisi lainnya HM Yusuf, Edward Hutabarat serta Wong Chun Sen Tarigan akan melakukan pembahasan di DPRD Medan guna melakukan penambahan alokasi anggaran ke RS Pirngadi Medan. (bsk)



Komentar

Berita Terkini