|

BBMKG Imbau Warga Pantai Timur Gunakan Masker Hindari Abu Vulkanik

Salah seorang warga terlihat membersihkan abu vulkanik. BBMKG mengimbau warga Pantai Timur untuk menggunakan masker menghindari abu vulkanik Gunung Sinabung. (foto: ist)

INILAHMEDAN - Medan: Ini imbauan penting buat masyarakat yang tinggal di Pantai Timur Gunung Sinabung, Kabupaten Karo. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BBMKG) Wilayah I meminta warga di sana agar memakai masker, penutup kepala dan kacamata untuk menghindari hujan abu vulkanik yang mengguyur Kota Berastagi dalam beberapa hari ini.

"Abu vulkanik dibawa angin bertiup kencang ke arah timur laut dan tenggara. Kalau untuk wilayahnya di wilayah Pantai Timur," kata Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah I Syahnan kepada wartawan di Medan, Selasa (06/06/2017).

Pihak BBMKG juga telah mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat dan pengunjung ataupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di radius 3 km dari puncak dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta jarak 4 km untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung. Masyarakat yang bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga perlu mewaspadai potensi bahaya lahar.

"Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus di Desa Sukatendel, maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir," kata Syahnan.

Syahnan juga meminta BPBD Kabupaten Karo segera melakukan sosialisasi atas ancaman bencana lahar/banjir bandang ke masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

Saat ditanya suhu udara dalam tiga hari ke depan, Syahnan mengatakan mencapai 35 derajat celsius. Oleh sebab itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila ada aktivitas di luar rumah agar menggunakan pakaian tertutup untuk menghindari pantulan sinar matahari. "Kecepatan angin 20 knot per jam," tandasnya. (fatimah siregar)
Komentar

Berita Terkini