![]() |
| Fernando Edianto meraih medali emas pada kejuaraan Karate di Bangkok. (foto: kiki adi kesuma) |
INILAHMEDAN - Medan: Kegigihan dan kerja keras selalu berbarengan dengan kesuksesan. Begitu petuah orang-orang tua dulu. Inilah yang tertanam dalam diri Fernando Edianto. Lewat kesungguhan dalam mengasah bakatnya sejak kecil, lelaki kelahiran 08 April 1998 silam ini mendulang banyak prestasi lewat bakatnya di bidang Karate.
"Awalnya sih saya tidak diizinkan ayah mengikuti di bidang Karate karena bisa mengganggu sekolah," kata lelaki yang akrab disapa Nanda ini kepada Kiki Adi Kesuma sebagaimana yang dirilisnya ke www.inilahmedan.com, Selasa (23/05/2017).
Lahir di Jakarta, bakat Nanda di bidang Karate mulai diaplikasikannya sejak usianya 10 tahun. Dia mengawali karirnya dengan ikut bertanding pada Kejuaraan Karate di Provinsi Jawa Barat dengan meraih dua medali emas dan 1 perak.
"Sejak itu, saya terus ikut dalam berbagai pertandingan," ungkap mahasiswa Ilmu Komunikasi ini.
![]() |
| Fernando Edianto |
Semakin lama, karir lelaki yang memiliki cita-cita sebagai News Anchor ini kian kinclong. Penghargaan demi penghargaan diperoleh baik tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Di antaranya meraih runner up pada Kejuaraan Nasional Piala Menteri Dalam Negeri, dan meraih medali emas dua tahun berturut-turut dengan menyisihkan lawannya dari Thailand, Malaysia hingga Inggris. Dan juga meraih perunggu di Pekan Olahraga Nasional.
Semua yang Nanda dapatkan merupakan hasil kerja kerasnya selama ini. "Bagi saya, tidak ada usaha kerja keras yang mengkhianati hasil," katanya berfilosofi.
Meski sibuk dengan urusan kuliahnya, Nanda tetap menyisihkan waktunya untuk fokus dan giat berlatih Karate. “Kalau sudah mau pertandingan, jadwal latihan saya makin padat. Satu hari bisa sampai 3 sesi latihan,” ujar lelaki tampan ini.
"Sejak SD, saya selalu masuk peringkat 10 besar di kelas, lho," katanya semringah.
Bagi Nanda, kesuksesan ternyata bukan tentang prestasi. Tapi lebih dari itu. "Ketika saya bisa membuat orang tua saya bangga dan bermanfaat bagi orang banyak, itulah kesuksesan yang sesungguhnya," kata Nanda mengakhiri. (***)

