Terdesak di Syiria dan Irak, Panglima TNI: Waspadai ISIS Masuk Indonesia
INILAHMEDAN - Jawa Barat: Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengajak segenap elemen bangsa untuk lebih mewaspadai keberadaan ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria) menyusul terdesaknya organisasi itu di Syiria dan Irak.
"Posisi ISIS di Syria dan Irak sudah semakin terdesak dan tidak aman lagi. Saat ini mereka menyusun basis kekuatan di Asia Tenggara dengan mendirikan Islamic State Asia Tenggara (ISAT) di Zulu, Filipina, serta memusatkan kegiatan terornya di Indonesia. Tentunya ini akan mengancam warga negara asing yang berada di Indonesia," kata Panglima TNI saat memberikan pengarahan kepada 671 Calon Siswa (Casis) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Dikreg XLIV dan Perwira Siswa (Pasis) Sesko Angkatan Tahun 2017 di Graha Adi Brata Jalan RA Martanegara, Bandung, Jawa Barat, kemarin.
Kata Panglima TNI, kewaspadaan masuknya kekuatan militer negara asing di Indonesia juga perlu diwaspadai. Dengan modus memerangi teroris untuk menyelamatkan warganya, kekuatan militer negara asing akan masuk ke Indonesia. Namun tujuan yang sebenarnya adalah untuk menguasai sumber daya alam, pangan dan energi guna memenuhi kebutuhan mereka di masa yang akan datang.
“Setelah mereka masuk, maka akan terjadi konspirasi dan negosiasi yang menguntungkan mereka karena ikut memerangi teroris di Indonesia,” ujarnya.
Panglima TNI menegaskan bahwa terorisme itu merupakan suatu ancaman karena terorisme itu adalah kejahatan suatu negara.
“Di Indonesia, Undang-Undang Terorisme adalah kejahatan tindak pidana, sehingga menjadikan tempat paling aman bagi teroris. Harusnya definisi terorisme adalah kejahatan terhadap negara yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bahkan mengancam kedaulatan negara,” tegasnya. (Rel/Puspen TNI)
