![]() |
| Bayi kembar siam dua kepala, dua tangan dan dua kaki saat menjalani perawatan intensif di RS Adam Malik Medan. (foto: fatimah siregar) |
INILAHMEDAN - Medan: Dua pasang bayi kembar siam yang menjalani perawatan intensif di RSUP Haji Adam Malik Medan kondisinya masih stabil. Bahkan berat badannya naik.
Bayi kembar siam dempet perut tangisannya cukup keras. Ini menandakan perkembangan bayi semakin membaik. Sedangkan bayi kembar siam dua kepala tangisannya masih lemah. Bayi kembar ini hanya merintih. Suaranya kurang terdengar jelas.
“Namun secara umum kondisi mereka stabil. Berat badannya naik. Bayi kembar siam dempet perut nangisnya semakin kuat. Ini tanda sehat dan sudah membaik. Sedangkan bayi kembar dua kepala tangisannya masih lemah,” kata Kepala Sub Bagian Humas RSUP H Adam Malik, Masahadat Ginting, kemarin.
Menurut Masahadat, pergerakan bayi kembar siam dempet perut cukup aktif. Keduanya sudah minum susu melalui mulut. Sistem pernafasan, jantung dan saluran cerna serta temperaturnya dalam kondisi stabil.
“Kita hanya memberikan anti biotik dan tentunya tetap memberikan pelayanan yang intensif,” katanya.
Meski masih stabil, kata dia, namun kondisi bayi kembar siam dua kepala gerakannya masih kurang aktif. Kemampuan menghisap lemas dan adanya sesak nafas yang disebabkan kelainan jantung. Tim medis terus memberikan terapi oksigen melalui hidung serta pemberian antibiotik.
“Intinya kami akan memberikan perawatan serius kepada kedua pasang bayi kembar siam ini,” katanya.
Sebelumnya, Ketua tim dokter yang menangani kedua bayi kembar siam Prof Dr Guslihan Dasa Tjipta SpA (K) mengatakan kondisi bayi semakin membaik. Hal ini bisa dilihat dari kondisi berat badan dua pasang bayi kembar siam mulai mengalami peningkatan sejak menjalani perawatan intensif.
“Bayi kembar siam dempet perut berat lahir keduanya 4200 gram dan saat ini beratnya 4450 gram atau naik 250 gram. Sedangkan berat badan bayi kembar dua kepala lahir dengan berat 3500 gram, kini naik menjadi 3710 gram atau naik 210 gram,” bebernya. (boreg)
